Di Tengah Pertumbuhan Pasar, Industri Furnitur Percepat Transformasi Digital
Industri furnitur nasional terus menunjukkan prospek pertumbuhan di tengah meningkatnya permintaan produk rumah tangga dan tren belanja digital.
Industri furnitur nasional terus menunjukkan prospek pertumbuhan di tengah meningkatnya permintaan produk rumah tangga dan tren belanja digital. Di tengah momentum tersebut, perusahaan furnitur lokal xionco memperluas strategi bisnisnya dengan meluncurkan platform digital guna memperkuat penetrasi pasar dan menjangkau konsumen secara lebih langsung.
Produsen furnitur lokal xionco memperluas strategi bisnisnya dengan meluncurkan platform digital melalui situs web resmi perusahaan. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat penjualan langsung kepada konsumen sekaligus menangkap peluang pertumbuhan pasar furnitur domestik yang terus berkembang.
Selama ini, xionco memasarkannya melalui berbagai platform marketplace. Dengan hadirnya kanal digital mandiri, perusahaan berupaya meningkatkan efisiensi distribusi, memperluas jangkauan pasar, serta memperkuat hubungan langsung dengan konsumen.
Beroperasi sejak 2017, xionco dikenal sebagai produsen furnitur bergaya minimalis yang telah memasarkan berbagai produk, seperti Cubix Series, Guise, Eorde, dan Poel. Produk-produknya digunakan pada segmen hunian maupun sektor komersial, termasuk perhotelan.
Melalui platform digital terbaru, perusahaan menyediakan akses informasi produk yang lebih lengkap, mulai dari spesifikasi teknis, pilihan material, hingga varian warna. Selain itu, perusahaan juga membuka layanan furnitur kustom yang memungkinkan konsumen menyesuaikan ukuran, bahan, dan desain sesuai kebutuhan.
Kehadiran platform tersebut juga menjadi bagian dari upaya perusahaan memperluas layanan bernilai tambah, seperti konsultasi interior, penanganan proyek bisnis (business-to-business/B2B), serta layanan purnajual yang terhubung langsung dengan produsen.
Platform Digital
Co-Founder xionco , Marco Halim, mengatakan pengembangan platform digital menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menghadapi perubahan perilaku konsumen yang semakin mengandalkan kanal daring untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan interior.
"Minimalisme pada furnitur bukan tentang memiliki ruangan kosong, tetapi tentang memastikan setiap barang di dalamnya memiliki nilai guna yang maksimal," ujar Marco Halim dikutip Selasa (9/6).
Digitalisasi Penjualan
Perusahaan menilai digitalisasi penjualan dapat membuka peluang pertumbuhan yang lebih besar sekaligus meningkatkan daya saing industri furnitur nasional. Dengan dukungan distribusi ke berbagai wilayah Indonesia, perusahaan berharap dapat memperluas penetrasi pasar dan menjangkau lebih banyak konsumen di berbagai daerah.
Peluncuran platform digital ini juga mencerminkan tren transformasi yang tengah berlangsung di industri furnitur nasional, di mana pelaku usaha semakin mengandalkan teknologi untuk memperkuat pemasaran, meningkatkan efisiensi bisnis, dan memperluas akses pasar.