Di tengah kontroversi, Sudirman Said membanggakan diri

Rabu, 10 Juni 2015 08:07 Reporter : Henny Rachma Sari
Di tengah kontroversi, Sudirman Said membanggakan diri Sudirman Said. ©2015 Merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Merdeka.com - Akhir-akhir ini Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said cukup rajin memberikan klarifikasi terkait beberapa isu yang tengah jadi perhatian publik. Pertama soal pernyataannya soal Petral yang menyinggung Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono.

Sudirman menyebut, rencana pembubaran Petral sudah pernah dilakukan di era pemerintahan SBY. Namun selalu gagal. Dia mengaku sebagai saksi, pelaksana hingga korban dari gagalnya proses pembubaran Petral saat ini.

Sudirman pun tak segan menyebut bahwa banyak inisiatif perbaikan yang berhenti di kantor Presiden. Pernyataan ini diprotes SBY. Namun Sudirman Said tak mengubah pernyataannya itu.

"Ketika Pertamina berniat melakukan inisiatif perbaikan banyak inisiatif itu terhenti di 'sini'. Ungkapan saya tidak berubah dari waktu ke waktu. Kemudian ditanya maksudnya di mana? Saya jawab di kantor presiden," ujar Sudirman di gedung DPR, Jakarta, Selasa (9/6).

Kontroversi kedua soal tudingan menerima gratifikasi penggunaan jet pribadi saat kunjungan kerja ke markas Petral di Singapura. Untuk kesekian kalinya Sudirman Said membantahnya. Mantan Dirut PT Pindad itu tidak bisa menerima jika dituding menerima gratifikasi.

"Gratifikasi itu hal yang sifatnya sampai kenikmatan pribadi. Karena itu saya merasa tidak perlu lapor ke KPK," tegasnya.

Kontroversi lain yang tengah dihadapi Sudirman Said adalah pelantikan Dirjen energi terbarukan dan konservasi energi (EBTKE) Kementerian ESDM yang disebut-sebut dilakukan tanpa ada keputusan presiden. Apalagi sempat dihembuskan oleh mantan ketua tim reformasi dan tata kelola migas Faisal Basri bahwa proses lelang jabatan itu diliputi praktik kecurangan.

Sudirman memaparkan, proses pengangkatan pejabat eselon satu sudah berdasarkan keputusan Presiden Nomor 59 dan diterbitkan pada 6 Mei 2015.

"Pelantikan saya lakukan tanggal 7 Mei 2015. Tidak ada yang salah, tidak ada yang dilanggar," jelasnya.

Saat memberikan klarifikasi di gedung DPR atas kontroversi-kontroversi itu, Sudirman Said menyelipkan pernyataan yang membanggakan diri sendiri. Merdeka.com merangkumnya.

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini