Di Rapat Paripurna, DPR Soroti Defisit APBN 2020

Selasa, 24 September 2019 15:21 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Di Rapat Paripurna, DPR Soroti Defisit APBN 2020 Paripurna. merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Rapat Paripurna DPR RI digelar salah satunya membicarakan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara (APBN) tahun 2020. Salah satu poin yang disoroti, yakni defisit anggaran.

Berdasarkan perhitungan pendapatan negara sebesar Rp2.233,2 triliun dan belanja negara sebesar Rp2.540,4 triliun, maka defisit dalam RAPBN 2020 sebesar 1,76 persen atau sebesar Rp307,2 triliun.

Ketua Badan Anggaran DPR RI Kahar Muzakir menyampaikan pendapat dari Fraksi PDIP. Dia menjelaskan, naiknya pendapatan negara menunjukkan bagaimana potensi yang baik dari sumber-sumber pendapatan negara baik pajak maupun non pajak.

Meskipun demikian, kenaikan pendapatan juga sejalan dengan kenaikan belanja negara. Adapun kenaikan belanja negara tetap lebih tinggi dari pendapatan negara yang menyebabkan adanya defisit anggaran. Hal ini, akan menjadi bahan untuk menyerang Pemerintah.

"Hal ini dapat menjadi celah untuk men-downgrade pemerintah. Turunnya pos belanja untuk subsidi energi menjadikan keresahan masyarakat di kalangan menengah ke bawah dan kalangan bawah," kata dia ketika menyampaikan Pendapat Akhir Mini Fraksi Terkait RAPBN 2020, dalam Rapat Paripurna, di gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (24/9).

Dengan demikian, fraksi PDIP berpendapat pemerintah perlu memberikan penjelasan kepada publik bagaimana proses dan keputusan diambil.

Sementara Fraksi Partai Golkar meminta pemerintah agar belanja negara sebesar-besarnya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, mengurangi kemiskinan, dan meningkatkan daya saing SDM Indonesia.

Belanja negara juga diminta dapat mempersempit kesenjangan antara orang kaya dan miskin, melalui penyaluran subsidi lebih tepat sasaran dengan mengacu pada Data Terpadu Program Penanganan Fakir Miskin, dan juga ditujukan untuk mengurangi disparitas antar wilayah.

"Terhadap defisit, Fraksi Partai Golkar meminta pemerintah dalam menjalankan kebijakan fiskal yang ekspansif harus diikuti dengan upaya-upaya reformasi fiskal dan perbaikan defisit keseimbangan primer melalui peningkatan kualitas belanja," tandasnya. [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini