Di Munas PHRI, Wapres Ma'ruf Tekankan Pengembangan Pariwisata Lewat Skema 3A

Senin, 10 Februari 2020 12:26 Reporter : Dwi Aditya Putra
Di Munas PHRI, Wapres Ma'ruf Tekankan Pengembangan Pariwisata Lewat Skema 3A Wapres Maruf Amin. ©Setwapres

Merdeka.com - Wakil Presiden, Ma'ruf Amin, mengatakan pariwisata telah ditetapkan sebagai salah satu sektor prioritas yang perlu dikembangkan dalam rangka meningkatkan perekonomian Indonesia. Mengingat sektor ini menjadi paling mudah dan murah untuk dikembangkan, serta memberikan dampak langsung bagi peningkatan pendapatan masyarakat.

"Saya ingin mengingatkan kembali bahwa pengembangan pariwisata perlu didukung dengan pengembangan 3A," katanya saat membuka acara Musyawarah Nasional Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (Munas PHRI) XVII 2020 di Resinda Hotel Karawang, Jawa Barat, Senin (10/2).

Wapres Ma'ruf menyebut pengembangan dilakukan bisa dengan melalui '3A' yaitu Aksesibilitas, Atraksi dan Amenitas. Di mana, aksesibilitas sendiri meliputi keterhubungan darat, laut, dan udara, untuk menuju destinasi wisata.

Kemudian atraksi meliputi kegiatan seni, budaya, warisan sejarah, tradisi, kekayaan alam, olahraga dan hiburan yang menjadi daya tarik wisatawan. Amenitas sebagai fasilitas pendukung pariwisata bertujuan memberikan kenyamanan bagi wisatawan, seperti akomodasi, kuliner, pusat informasi, pusat oleh-oleh, kesehatan, keamanan, komunikasi, bank, air bersih dan listrik.

"Di sini lah peran penting PHRI dalam mendukung kebutuhan amenitas pariwisata, khususnya terkait sarana akomodasi dan kuliner," katanya.

1 dari 1 halaman

Pengusaha Diminta Inovatif

Di samping itu, dalam membangun sektor pariwisata, dirinya menyadari harus melibatkan semua pihak, tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Pemerintah bertugas untuk menetapkan kebijakan yang mendukung kemajuan sektor pariwisata dan membangun akses dan infrastruktur.

Kemudian pihak swasta juga dituntut untuk terus menciptakan inovasi atraksi dan penyediaan amenitas yang menarik dan layanan yang hangat bagi wisatawan, serta memanfaatkan digital platform sebagai media promosi.

"Pemerintah pun senantiasa berupaya untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif dan mudah, termasuk pada sektor pariwisata," jelas dia.

[bim]

Baca juga:
Kerugian Pariwisata Akibat Virus Corona Ditaksir Rp54 T, Rp38 T dari Turis China
Apindo: Ada Sisi Positif dari Virus Corona
Menko Luhut Usul Ada Diving Chamber dan Rumah Sakit untuk Wisatawan di Labuan Bajo
Dampak Virus Corona, Sektor Pariwisata RI Terancam Kehilangan Rp38,3 Triliun
Strategi Wishnutama Tambal Kerugian Sektor Pariwisata Akibat Virus Corona
Bandara Komodo Layani Penerbangan Internasional Mulai Juni 2020
Menhub Pastikan Bandara Komodo Bukan Dijual ke Asing, Berikut Penjelasannya

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini