Di IMF-World Bank, Jokowi cari rekomendasi aturan mengawal industri fintech

Kamis, 11 Oktober 2018 13:57 Reporter : Merdeka
Jokowi. ©2018 Merdeka.com/Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo menjadi pembicara utama dalam salah satu agenda pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia di Nusa Dua, Bali yang bertemakan 'Bali Fintech Agenda'. Di sini, Jokowi mengingatkan kepada dunia tentang bagaimana langkah tepat dalam mengatur perkembangan financial technology (fintech).

Pada prinsipnya, Jokowi mengacu pada kebijakan Amerika Serikat (AS) yang merupakan negara kelahiran internet. Di sana, Bill Clinton menciptakan regulasi yang ramah dan akuratif tentang internet tersebut.

Hasilnya, banyak perusahaan berbasis internet seperti salah satunya Yahoo. Saat yang bersamaan, masyarakat AS terus melakukan eksperimen tentang internet tanpa takut sanksi jika eksperimen itu gagal.

"Artinya, regulasi yang terlalu mengekang di tingkat nasional akan memaksa kreator menuju ranah internet yang tidak teregulasi. Pada akhirnya tanpa sadar kita mendorong mereka semakin jauh dari ruang regulasi kita," kata Jokowi di Nusa Dua, Kamis (11/10).

Saat ini, internet menjadi satu hal utama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di setiap negara. Untuk itu, Jokowi tidak ingin melewatkan pertumbuhan industri fintech di Indonesia yang belakangan ini berkembang pesat.

Dipaparkannya, pemerintah Indonesia dengan otoritas terkait, tengah mencoba membuat beberapa regulasi mewadahi fintech tersebut.

"Di Indonesia kita harus akui bahwa kita masih punya banyak tugas untuk menyuarakan situasi ini. Tapi saya yakin, kita bisa membantu industri ini berkembang dengan standar platform dunia," pungkas dia.

Untuk itu, di pertemuan tahunan IMF-Wolrd Bank di Bali ini, diharapkan bisa menghasilkan beberapa rekomendasi untuk mengawal pertumbuhan fintech ke depannya. Hal ini jelas akan bermanfaat bagi negara-negara berkembang yang tengah mengembangkan teknologinya.

Reporter: Ilyas Istianur Praditya

Sumber: Liputan6.com [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini