Di Hadapan DPR, Sri Mulyani Laporkan Kondisi Terkini Perekonomian Indonesia

Selasa, 16 Juli 2019 15:36 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Di Hadapan DPR, Sri Mulyani Laporkan Kondisi Terkini Perekonomian Indonesia dpr. Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) menggelar rapat kerja (raker) dengan Badang Anggaran (Banggar) DPR RI. Agenda rapat kali ini adalah pembahasan laporan Semester I dan Prognosis Semester II Pelaksanaan APBN Tahun Anggaran (TA) 2019.

Rapat dibuka pada pukul 14.10 WIB oleh Kahar Muzakir selaku pimpinan rapat di ruang rapat banggar DPR RI, Jakarta, Selasa (16/7).

"Menurut catatan sekretariat Banggar, raker hari ini telah ditandatangani oleh 21 anggota dari 9 fraksi, oleh sebab itu raker ini telah memenuhi kuorum dan dinyatakan sah jika di akhir nanti mengambil kesimpulan," kata Kahar saat membuka rapat.

Selanjutnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mulai membacakan laporan semester I pelaksanaan APBN TA 2019.

"Dunia mengalami penekanan semenjak terjadinya eskalasi perang dagang, hal ini menyebabkan pertumbuhan ekonomi negara dunia melemah di triwulan I," kata dia.

Sementara itu, dari sisi dalam negeri, Menkeu Sri Mulyani melaporkan investasi juga mulai melambat karena adanya tekanan suku bunga global. "Aktivitas rill perekonomian dunia mengalami tekanan pada semester I tahun 2019 seiring meningkatnya ketegangan perang dagang," ujarnya.

Selanjutnya, pertumbuhan ekonomi nasional dilaporkan mengalami tekanan khususnya dari faktor eksternal. Kendati demikian gejolak ekonomi global tidak terlalu berpengaruh pada kondisi nilai tukar rupiah di tahun ini.

"Untuk nilai tukar, terjadi penguatan dibanding dengan asumsi pada semester I, nilainya sebesar Rp14.197 per USD atau mengalami penguatan sebesar 2,3 persen," ujarnya.

Sementara itu, suku bunga SPN 3 bulan pada semester I th 2019 dilaporkan relatif lebih tinggi dibanding tahun lalu. "Namun, sejak Mei 2019, yield SBN Indonesia mengalami penurunan," ungkapnya.

Dari sisi lifting minyak dan gas (migas) di tahun 2019 diperkirakan akan mengalami sedikit penurunan karena dipengaruhi oleh faktor bisnis operasional maupun non operasional. Lifting minyak dan gas bumi sampai dengan semester I tahun 2019 diperkirakan mencapai 1.809 ribu barel per hari

Kemudian dari sisi transfer ke daerah, saat ini dilaporkan jumlahnya adalah Rp403,9 triliun atau sebesar 48,3 persen dari target.

"Total defisit anggaran tahun 2019 berjumlah Rp135,8 T, jumlah ini meningkat dibanding tahun lalu yang jumlahnya hanya sebesar Rp110,6 T. PPh non migas tetap tumbuh positif di tengah tekanan pelemahan perekonomian global," tutupnya. [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini