Di G-20, proteksionisme Trump bikin 'pusing' menkeu sedunia

Rabu, 22 Maret 2017 16:28 Reporter : Syifa Hanifah
Di G-20, proteksionisme Trump bikin 'pusing' menkeu sedunia Sri Mulyani. ©AFP PHOTO/KAZUHIRO Nogi

Merdeka.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan pertemuan negara-negara G-20 tak menemukan kesepakatan mengenai arah kebijakan perdagangan. Hal ini disebabkan kerena pemerintahan baru Amerika Serikat yang dipimpin Presiden Donald Trump menerapkan proteksionisme.

"Namun pada pertemuan G-20 saat ini, tidak ada kesepakatan mengenai arah (kebijakan perdagangan). Jadi mereka tetap sepakat bahwa trade memang diperlukan namun AS menyampaikan bahwa mereka ingin agar trade yang fair dan definisi dari fair oleh AS adalah sesuai dengan kebutuhan AS sendiri yang tak selalu sama dengan fair dari sisi internasional," ujar Ani, sapaan akrabnya di kantornya, Rabu (22/3).

"Jadi ini menimbulkan sesuatu yang kemudian tidak muncul suatu kesepakatan kuat dan komitmen bersama dari G20 yang ingin bersama-sama untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi antar negara dengan adanya kerja sama kebijakan ekonomi antar anggota G-20," sambungnya.

Hal ini, kata Ani, dapat menimbulkan ketidakpastian dan kegelisahan yang baru terhadap pertumbuhan ekonomi dunia. Bukan hanya terkait pemerintahan baru AS saja, melainkan juga terkait inggris yang memutuskan keluar dari Uni eropa.

"Karena kalau masing-masing dari dunia ini memiliki retorika politik yang seperti kita dengar, yakni mereka ingin memisahkan diri, mereka ingin menutup, mereka akan melakukan atau melaksanakan kebijakan-kebijakan yang sifatnya proteksionis restriktif. Maka G-20, tak hanya G-20, namun dunia akan dihadapkan pada ketidakpastian dan kegelisahan baru," tuturnya.

Menurutnya, ini merupakan kemunduran yang terjadi dalam pertemuan G-20 karena dapat menghambat pertumbuhan ekonomi dunia, tak kecuali Indonesia.

"Ini merupakan suatu pandangan yang dianggap setback dari G-20 dan Indonesia harus betul-betul waspadai perkembangan yang terjadi. Dimana peranan dari trade cukup besar dari perekonomian kita. Saya sudah minta kepada tim keuangan untuk melihat implikasi dari kualitas pertemuan ini dan tentu masih ada harapan bahwa pertemuan G-20 nanti di Hamburg bulan Juli para pimpinan akan lebih sepakat dibandingkan kemarin di level menkeu dan bank sentral," pungkasnya. [sau]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini