Di era Jokowi-JK, jumlah orang miskin bertambah 860.000

Selasa, 15 September 2015 14:01 Reporter : Sri Wiyanti
Pemukiman kumuh di kolong Tol Pluit. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Sudah hampir setahun Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla menjalankan roda pemerintahan dengan pelbagai kebijakannya. Yang mengejutkan, jumlah orang miskin di era kepemimpinan Jokowi-JK justru semakin banyak.

Data badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, jumlah penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2015 mencapai 28,59 juta jiwa atau sebesar 11,22 persen. Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk miskin pada September 2014, maka selama enam bulan tersebut terjadi kenaikan jumlah penduduk miskin sebesar 860.000 orang.

"Jadi pada Maret 2015 yang 11,22 persen ini dibandingkan dengan September 2014 terjadi peningkatan 0,26 persen. Tetapi dibandingkan dengan Maret 2014 ini sebetulnya terjadi penurunan 0,03 persen karena Maret 2014 (persentase kemiskinan) sebesar 11,25 persen," ujar Kepala BPS, Suryamin di kantornya, Jakarta, Selasa (15/9).

Hasil analisa BPS, naiknya angka kemiskinan lantaran jumlah penduduk yang meningkat pesat. Jumlah penduduk naik sekitar 3-4 juta orang dalam kurun waktu setahun.

"Ini (naiknya angka kemiskinan) jangan terus kaget, ini karena pertambahan penduduk lebih cepat dari pertambahan penduduk miskin," jelas Suryamin.

Suryamin tidak menampik, ada faktor lain di luar pertumbuhan penduduk yang ikut mendorong naiknya jumlah penduduk miskin. Semisal kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Dia menjelaskan, kenaikan harga BBM berdampak langsung pada kenaikan harga kebutuhan pokok. Karena itu jumlah orang yang berada di garis kemiskinan semakin meningkat.

"Kalau garis kemiskinan meningkat tidak diikuti oleh pendapatan masyarakat yang meningkat maka akan menambah jumlah orang yang pendapatan dan pengeluarannya di bawah garis kemiskinan. Peningkatan jumlah penduduk miskin," jelas Suryamin. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini