Di China, Menteri Rini lapor pembangunan masif kereta cepat RI dimulai Mei 2018

Kamis, 5 April 2018 09:29 Reporter : Merdeka
Di China, Menteri Rini lapor pembangunan masif kereta cepat RI dimulai Mei 2018 Menteri BUMN Rini Soemarno di China Railway Corporation. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno bertolak ke China untuk memastikan komitmen China Railway Corporation (CRC) dalam percepatan konstruksi megaproyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Proyek prestisius ini diyakini akan menjadi kebanggaan kedua negara di bidang transportasi publik.

Di China, Menteri Rini beserta rombongan disambut tim lengkap CRC; President China Railway International, Head of Consortium of Jakarta Bandung HSR project, Chairman CRRC Qingdao Sifang. CRC sendiri merupakan induk usaha dari PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) yang menggarap proyek kereta cepat Jakarta Bandung.

Menteri Rini menyampaikan berbagai pekerjaan konstruksi segera dilakukan secara masif di 21 titik yang dianggap paling kritikal mulai awal Mei 2018. Selain itu, pembebasan lahan juga ditargetkan rampung pada akhir Mei 2018. Dalam pertemuan tersebut, CRC juga menyatakan komitmennya untuk mempercepat pembangunan terowongan, seperti Walini.

"Proyek ini diharapkan bisa segera akselerasi pada bulan April untuk bisa menghasilkan progress yang baik terutama pada area konstruksi kritikal. Termasuk alih teknologi dan penguatan kompetensi SDM Indonesia untuk memiliki keahlian konstruksi proyek kereta cepat," kata Menteri Rini melalui keterangan tertulisnya di Beijing, Kamis (5/4).

Bersama dengan PT KCIC, CRC juga akan merencanakan secara rinci pembangunan Transit Oriented Development (TOD) di kawasan Halim Perdanakusuma dan Walini. Bahkan di grand design-nya, Walini akan menjadi kota baru di Bandung Barat seluas 1.270 hektare (ha).

Dalam proyek ini, China berkomitmen memberikan para tenaga ahli teknis terbaik dalam hal alih teknologi serta kemampuan. Dengan begitu, ke depannya para teknisi Indonesia akan mampu membangun proyek kereta cepat secara mandiri.

Ketika beroperasi, kereta cepat Jakarta-Bandung sepanjang 143 kilometer (Km) diyakini akan diminati masyarakat. Seperti halnya rute Beijing-Tianjin yang berjarak tempuh 126 Km.

Dalam pertemuan itu, Menteri Rini didampingi oleh Staf Khusus Menteri BUMN, Sahala Lumban Gaol, Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei, dan Konsultan Kementerian BUMN, Gatot Trihargo, Sekretaris Kementerian BUMN Imam Aprianto Putro dan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama (Dirut) PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Dwi Windarto.

Sejumlah direksi BUMN juga ikut dalam kunjungan tersebut, seperti Dirut PT LEN (Persero) Zakky gamal Yasin, Dirut PT Inka (Persero) Budi Noviantoro, Dirut PT PLN (Persero) Sofyan Basir, Dirut PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Achmad Baiquni, Dirut PT Wijaya Karya (Persero) Tbk Bintang Perbowo, dan Dirut PT Inalum (Persero) Budi Gunadi Sadikin.

Perlu diketahui, hingga 2017, CRC telah berhasil menyelesaikan 25.000 Km jalur kereta cepat. Dengan begitu, CRC dinobatkan sebagai pelaksana konstruksi kereta cepat terpanjang di dunia.

Kereta dengan kecepatan 350 Km per jam ini akan mempersingkat waktu tempuh Jakarta-Bandung menjadi sekitar 40 menit. Kereta ini akan dilengkapi empat stasiun, yakni Stasiun Halim, Stasiun Karawang, Stasiun Walini dan Stasiun Tegalluar.

Reporter: Ilyas Istianur Praditya

Sumber: Liputan6

[bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini