Desember 2020, Indonesia Kebanjiran Impor Produk dari China

Jumat, 15 Januari 2021 11:42 Reporter : Anggun P. Situmorang
Desember 2020, Indonesia Kebanjiran Impor Produk dari China Bawang Putih. ©2020 Merdeka.com/www.pixabay.com

Merdeka.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor Indonesia pada Desember 2020 mencapai USD14,44 miliar, naik 14 persen dibanding November 2020. Namun secara year on year nilai impor turun tipis 0,47 persen.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, berdasarkan penggunaan barang, peningkatan impor terjadi baik untuk impor barang konsumsi, bahan baku dan barang modal. Impor barang konsumsi mengalami peningkatan sebesar 31,89 persen.

"Beberapa komoditas yang mengalami peningkatan impor terbesar adalah garlic (bawang putih) impor dari Tiongkok (China), mesin AC untuk cooling capacity yang juga diimpor dari Tiongkok dan buah-buahan yakni jeruk mandarin dan juga buah apel segar," ujarnya, Jakarta, Jumat (15/1).

Selanjutnya, impor bahan baku pada Desember lalu secara month to month juga tumbuh menggembirakan mulai bergerak sebesar 14,15 persen. Barang modal juga naik sebesar 3,89 persen.

"Di sana ada berbagai perlengkapan mesin yang kita impor dari beberapa negara seperti Italia dan Korsel. Impor barang modal juga naik 3,17 persen kalau bandingkan dengan posisi Desember 2019," jelas Suhariyanto.

Berdasarkan HS dua digit, terjadi peningkatan impor mesin dan peralatan mekanis yang masuk barang modal. Kemudian mesin dan perlengkapan elektrik, masuk barang modal sehingga dengan harapan kenaikan ini tentu berpengaruh pada komponen PMTB di PDB dari sisi pengeluaran.

Kemudian ada beberapa golongan barang HS 2 digit yang diimpor mengalami penurunan, terutama logam mulia, perhiasan dan permata. Lalu juga perangkat optik fotografi, sinematografi medis, serealia, gandum terutama aluminium dan barang dari aluminium.

Berdasarkan negara, impor dari China pada Desember 2020 ini mengalami peningkatan USD 550 juta. Impor dari Brasil juga naik USD 135,1 juta. Korea Selatan, Perancis, Malaysia juga meningkat. "Tapi, peningkatan impor paling utama adalah berasal dari Tiongkok," tandasnya. [azz]

Baca juga:
CEK FAKTA: Belum Terbukti Bawang Putih, Bawang Bombai Bisa Sembuhkan Gagal Ginjal

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini