Deretan Proyek Kebanggaan Jokowi yang Dibeberkan di Akhir Masa Jabatan

Senin, 30 September 2019 06:00 Reporter : Syifa Hanifah
Deretan Proyek Kebanggaan Jokowi yang Dibeberkan di Akhir Masa Jabatan Jokowi Tinjau Pembangunan Kampung Bola International di Bali. ©2019 Merdeka.com/Moh Kadafi

Merdeka.com - Kurang dari sebulan lagi pemerintahan Presiden Jokowi- Wakil Presiden Jusuf Kalla akan berakhir. Selama lima tahun menjabat, Jokowi dan JK fokus membangun infrastruktur di seluruh wilayah Indonesia.

Di akhir masa kerjanya Jokowi-JK terus bekerja menyelesaikan beberapa proyek infrastruktur yang ditargetkan selesai tahun 2019. Di akun media sosialnya, Presiden Jokowi berbagi terkait perkembangan beberapa proyek infrastruktur khususnya jalan yang sedang di kerjakan Pemerintah.

Berikut ini infrastruktur yang dijabarkan Jokowi di akhir masa kerjanya:

1 dari 4 halaman

Tol Balikpapan-Samarinda

Melalui akun Instagramnya, Presiden Jokowi berbagi progres infrastruktur Jalan Tol Balikpapan-Samarinda sepanjang 99.350 kilometer. Nantinya tol ini akan melewati Kecamatan Samboja di Kutai Kartanegara, yang menjadi lokasi ibu kota negara yang baru.

"Dari Balikpapan ke Samarinda, melintasi Samboja di Kutai Kartanegara yang akan rampung pada akhir tahun 2019 di Pulau Kalimantan. Ya, Jalan Tol Balikpapan-Samarinda terentang sepanjang 99,350 kilometer di antara dua kota di Kalimantan Timur itu. Waktu tempuh yang dulu sampai empat jam melalui jalan biasa, melalui jalan tol hanya sekitar satu jam saja," tulis Jokowi.

"Selain itu, jalan tol ini akan melewati Kecamatan Samboja di Kutai Kartanegara, yang rencananya menjadi lokasi ibu kota negara yang baru."

2 dari 4 halaman

Jalan Paralel Perbatasan di Kalimantan Barat

Presiden Jokowi membuktikan jika pembangunan infrastruktur tidak terfokus di Pulau Jawa, melainkan merata disuruh Indonesia. Selain Jalan Tol Balikpapan-Samarinda di Pulau Kalimantan, Jokowi memperbaiki jalan pararel perbatasan di Kalimantan Barat.

Di Provinsi Kalimantan Barat, Jalan Paralel Perbatasan membentang mulai dari Temajuk hingga Batas Kalimantan Timur sepanjang 827,97 kilometer.

"Jalan paralel perbatasan di Kalimantan Barat saat ini: 317,05 kilometer telah beraspal, 253,29 kilometer berlapis agregat, dan 257,63 kilometer masih berupa perkerasan tanah. Jalan ini lebarnya minimal tujuh meter," tulis Jokowi.

"Pembangunan jalan perbatasan ini strategis karena selain sebagai fungsi pertahanan dan keamanan negara, juga membuka daerah terisolir dan menumbuhkan ekonomi kawasan perbatasan."

3 dari 4 halaman

Tol Layang Jakarta-Cikampek

Selanjutnya ada Tol Layang Jakarta-Cikampek. Presiden Jokowi mengatakan Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek adalah jalan tol sekaligus jembatan terpanjang di Indonesia. Jalannya membentang sepanjang 36,4 kilometer, seluruhnya berupa konstruksi layang yang ditunjang 9.000 tiang pancang tepat di sebagian ruas Tol Jakarta-Cikampek, dari Cikunir hingga Karawang Barat.

Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek sudah diuji coba pada Senin (23/9) lalu. Uji beban menggunakan 16 truk dengan beban masing-masing 40 ton digelar di atas Japek II.

"Jika tak ada aral melintang, Japek II ini akan beroperasi pada akhir November 2019 dan bisa dilewati kendaraan para pemudik Natal dan tahun baru 2020. Saat ini, pekerjaan Japek II sudah mencapai 96,5 persen. Apabila Japek II telah beroperasi, saya berharap kemacetan panjang di sepanjang Jalan Tol Jakarta-Cikampek yang Anda alami hari-hari ini, akan berkurang jauh," kata Jokowi.

4 dari 4 halaman

Bendungan Sungai Gugubali

Di akun Instagramnya, Jokowi mengunggah keindahan bendungan dan tanggul Sungai Gugubali, Pulau Morotai, Maluku Utara dibangun Kementerian PUPR tahun 2016. Lebarnya 30 meter, untuk mengairi daerah irigasi seluas 300 hektare.

Keindahan bendungan Sungai Gugubali dapat dilihat dari susunan balok warna biru dan kuning selang-seling yang di sela-selanya air mengalir dari bendungan di atasnya.

"Balok-balok biru kuning itu adalah susunan blok-blok beton tipe Pusair yang saling mengikat dan mengunci, membentuk struktur ambang dan pelimpah bendung. Inilah teknologi Bendung Modular untuk menaikkan tinggi muka air Sungai Gugubali yang dikembangkan oleh Kementerian PUPR."

"Inovasi teknologi ini bermanfaat untuk daerah terpencil seperti Pulau Morotai. Konsep bendung modular memiliki sambungan yang kuat, cukup kedap untuk mengurangi kehilangan air, dan strukturnya dapat beradaptasi dengan perubahan dasar sungai. Balok yang rusak dapat diganti sesuai bagiannya." [dan]

Baca juga:
Pasar Modal Buka Pintu Biayai Pembangunan Infrastruktur
Jokowi Kembali Bakal Bangun 2.084 Km Jalan Tol Hingga 2024
Pemerintah Bangun Flyover dan Underpass di 500 Perlintasan Sebidang Jakarta-Surabaya
Memantau Pembangunan JPO Pasar Minggu Senilai Rp 7 Miliar
Per Agustus 2019, PT PP Presisi Raup Kontrak Baru Sebesar Rp2,7 Triliun

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini