Deretan Pengusaha Malaysia yang Untung Besar saat Indonesia Larang Ekspor CPO

Minggu, 12 Juni 2022 15:29 Reporter : Anisyah Al Faqir
Deretan Pengusaha Malaysia yang Untung Besar saat Indonesia Larang Ekspor CPO cpo. ©2012 Merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Langkanya ketersediaan minyak goreng beberapa waktu lalu membuat pemerintah Indonesia memutuskan melarang sementara ekspor CPO keluar negeri. Kebijakan yang berlangsung hanya beberapa bulan tersebut menjadi durian runtuh bagi para pengusaha sawit asal Malaysia.

Dua taipan Malaysia, Lee Oi Hian dan Hau Hian meraup untung besar ditengah penurunan produksi minyak sawit Malaysia. Sepertiga saham Batu Kawan milik keduanya meroket dan mendapatkan keuntungan berkali-kali lipat.

Selain bergerak dibidang perkebunan sawit, Batu Kawan juga menjalankan bisnis properti dan sektor lainnya. Berdasarkan data Forbes.com 2022, dua bersaudara ini menjadi orang ke-12 terkaya di Malaysia. Total kekayaan mencapai USD 1,6 miliar.

Tak hanya dua bersaudara tersebut, Ling Chiong Ho, pemilik saham Sarawak Oil Palm, unggulan dari grup Shin Yang-nya, juga mendapatkan keuntungan serupa. Ling memperoleh sebagian besar kekayaannya dari saham di Sarawak Oil Palms yang terdaftar.

Di perusahaan tersebut dia menjabat sebagai ketua eksekutif grup hingga Maret 2022. Kini Ling telah menjadi penasihat bisnis grup.

Forbes mencatat kekayaan Ling saat ini telah mencapai USD 425 juta dan menempatkannya pada urutan ke 36 orang terkaya di Malaysia.

2 dari 2 halaman

Lio Tuan Ee dan Tuan Kin

Satu lagi, Taipan yang ketiban untung pelarangan CPO di Indonesia, yakni Lio Tuan Ee dan Tuan Kin. Pengusaha bersaudara ini berbagi kekayaan USD 380 juta.

Untuk pertama kalinya, Lio Tuan Ee menjadi satu-satunya pendatang baru tahun ini dalam deretan orang terkaya di Malaysia. Lio langsung bertengger di urutan ke- terkaya di Negeri Jiran.

Perusahaan, yang Loi dan saudaranya Tuan Kin dimulai pada 2007. Kemudian mendapatkan dukungan dari dana kekayaan kedaulatan Malaysia Khazanah Nasional.

Hal ini membuat perusahaan mereka memiliki lima peternakan sapi perah di Malaysia dan satu di Australia. Pada Maret 2022 lalu, perusahaan keduanya melantai di bursa saham dengan dukungan dari Khazanah dan berhasil mengumpulkan modal USD 238 juta. [ags]

Baca juga:
Pemerintah Bakal Perketat Pengawasan Ekspor CPO
Pencabutan Larangan Ekspor CPO oleh Jokowi Disambut Gembira Petani Sawit
Larangan Sudah Dicabut, Pengusaha Akui Masih Sulit Ekspor CPO dan Minyak Goreng
RI Diprediksi Kehilangan Devisa USD2,2 M Akibat Larangan Ekspor CPO
Terbitkan Aturan Baru, Mendag Resmi Cabut Larangan Ekspor CPO
Harga Sawit di Daerah masih Anjlok Meski Larangan Ekspor CPO Dicabut
Menko Luhut: Pelaku Usaha CPO Wajib Terdaftar dalam Sistem Simirah

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini