DEN Beberkan 5 Cara agar Indonesia Bisa Lepas Ketergantungan Energi Fosil

Selasa, 22 Oktober 2019 16:34 Reporter : Idris Rusadi Putra
DEN Beberkan 5 Cara agar Indonesia Bisa Lepas Ketergantungan Energi Fosil SPBU. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Sekjen Dewan Energi Nasional (DEN), Djoko Siswanto membeberkan lima strategi agar ketergantungan terhadap energi fosil dan impor minyak Indonesia bisa berkurang.

Guna mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil, Indonesia dinilai perlu mengembangkan energi baru terbarukan (EBT) untuk memenuhi kebutuhan energi nasional.

Menurut Djoko, setidaknya ada lima kebijakan yang bisa ditempuh untuk mengembangkan EBT di Tanah Air. Pertama, Indonesia perlu mempercepat penggunaan energi terbarukan untuk bahan bakar, yakni biodisel atau B30, B50 dan B100.

"Salah satunya, pada Oktober 2019 ini, uji coba penggunaan campuran biodiesel 30 persen menggunakan Bahan Bakar Nabati (BBN) atau B30 ditargetkan selesai," ujar Plt Dirjen Migas Kementerian ESDM tersebut.

Penggunaan B30 rencananya akan dimulai pada awal 2020. Setelah penerapan B30 berhasil, Indonesia harus segera mengembangkan B50 dan B100.

Langkah kedua, ketergantungan terhadap energi fosil dapat diatasi dengan memperbanyak pembangkit listrik panas bumi geothermal. Berdasarkan data pada Direktorat Panas Bumi, Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi, tercatat sumber daya panas bumi yang termanfaatkan telah mencapai 1.948,5 MW yang terdiri dari 13 Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) pada 11 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP).

Ketiga, Indonesia harus terus mengembangkan pembangkit listrik tenaga angin. Berdasarkan data Kementerian ESDM, Indonesia memiliki potensi 978 MW tenaga angin.

Solusi keempat untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil adalah membangun pembangkit listrik tenaga air termasuk micro hydro. Indonesia memiliki potensi listrik tenaga air mencapai 75.000 MW. Namun, dari potensi yang melimpah itu, Indonesia baru memanfaatkan 7 persennya.

Kelima, ketergantungan pada energi fosil bisa diatasi dengan mewajibkan semua gedung dan rumah menggunakan solar cell. Menurut Djoko, penggunaan EBT juga merupakan komitmen Indonesia kepada dunia untuk menjaga lingkungan hidup. Dengan penggunaan EBT, dunia bisa tetap bersih dan sehat. Penggunaan EBT juga merupakan solusi untuk mencegah terjadinya pemanasan global. [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini