Demo Kisruh Omnibus Law Berpotensi Tahan Penguatan Nilai Tukar Rupiah

Jumat, 9 Oktober 2020 09:46 Reporter : Idris Rusadi Putra
Demo Kisruh Omnibus Law Berpotensi Tahan Penguatan Nilai Tukar Rupiah dolar AS. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Nilai tukar atau kurs Rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta bergerak menguat seiring pembahasan stimulus fiskal lanjutan oleh pemerintah Amerika Serikat.

Pada pukul 9.18 WIB, Rupiah menguat 35 poin atau 0,24 persen menjadi Rp14.675 per USD dari sebelumnya Rp14.710 per USD.

Namun demikian, penguatan Rupiah berpotensi tertahan karena pasar masih mewaspadai demo kisruh mahasiswa yang meminta UU Cipta Kerja atau Ombnibus Law Cipta Kerja dibatalkan.

"Dari dalam negeri, pasar masih mewaspadai demo yang kisruh yang bisa menahan penguatan nilai tukar Rupiah," kata Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra di Jakarta, Jumat (9/10).

Sentimen penguatan Rupiah pagi ini dipicu sentimen positif dari pembicaraan stimulus fiskal AS masih membayangi pergerakan aset berisiko di pasar keuangan.

"Dolar AS terlihat melemah dengan sentimen positif ini. Nilai tukar regional juga terlihat menguat terhadap dolar AS," ujar Ariston.

Baca Selanjutnya: Stimulus Bantu Pemulihan Ekonomi AS...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini