Dari bangkai ikan hingga sampah kayu banjiri pesisir Pantai Kuta

Minggu, 11 Desember 2016 12:30 Reporter : Gede Nadi Jaya
Sampah di Pantai Kuta. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Sejumlah turis yang ingin menikmati wisata air di Pantai Kuta, Bali dibuat tak nyaman. Tumpukan sampah pasca musim penghujan dan angin dari Barat menjadikan wilayah di pantai ini kedatangan sampah kiriman yang selalu jadi penyakit rutin setiap tahunnya.

Terlebih hujan yang mengguyur seharian sejak kemarin dan meluapnya tukad (sungai) Pangi di wilayah Kuta Utara, menambah tumpukan sampah khususnya di pantai pererenan Kuta.

Tercatat selama sepekan ini volume sampah yang diambil oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kabupaten Badung meningkat 10 persen per hari, dari biasanya 210 ton per hari atau 25 truk sampah per hari.

Kepala DKP Badung, Putu Eka Merthawan, menjelaskan cuaca ekstrem dengan intensitas hujan yang terus menerus ini selain berpotensi menimbulkan bencana longsor dan pohon tumbang juga membuat Badung diserbu sampah. Volume sampah dalam kondisi seperti meningkat berlipat dari hari biasa.

"Cuaca ekstrem seperti ini juga membuat volume sampah meningkat drastis," ungkap Eka Merthawan di Bali, Minggu (11/12).

Meski DKP sudah menyiapkan Standard Operational Procedure (SOP) penanganannya, namun serbuan sampah berskala besar membuat 'pasukan hijau' Badung kerepotan.

"Kami sebut Badung darurat sampah. Karena saat pergantian tahun sampah datang, wisatawan juga datang. Jadi kami harus total bekerja," pungkasnya. [bim]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.