Dana Tersedia, Menko Airlangga Jamin Ketersediaan Fasilitas Kesehatan

Jumat, 20 Maret 2020 16:04 Reporter : Merdeka
Dana Tersedia, Menko Airlangga Jamin Ketersediaan Fasilitas Kesehatan airlangga hartarto. ©2019 Merdeka.com/nur habibie

Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menjamin ketersediaan fasilitas kesehatan darurat selama pandemi virus corona berlangsung. Hal tersebut sesuai arahan Presiden Joko Widodo yang menekankan bahwa fasilitas kesehatan merupakan salah satu prioritas saat ini.

"Kami garis bawahi arahan presiden, terkait sektor kesehatan, penanganan covid-19 diutamakan. Kemudian kedua jaringan pengaman sosial melalui perluasan PKH dan yang lain, dan sektor ekonomi yang terdampak. Pemerintah akan memberikan stimulus dan ketersediaan peralatan seperti masker dan lain lain," ujar Airlangga di Jakarta, Jumat (20/3).

Dia menyebut, beberapa industri tekstil kini tengah menyiapkan produksi alat bantu kesehatan secara massal. Kemudian, untuk barang yang perlu diimpor, pemerintah akan mempermudah izin impor.

"Tadi Bu Menkeu katakan, dananya tersedia," imbuhnya.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani juga menegaskan bahwa seluruh kebutuhan dana untuk kesehatan akan dipenuhi.

"Seluruh kebutuhan kesehatan dipenuhi dan bisa dipenuhi. Sekarang tidak ada alasan untuk tidak. Mungkin untuk rumah sakit yang peralatannya kurang, ini yang butuh. Persoalannya ada pada suplai. Seperti APD dan masker, itu ada ngga barangnya. Karena bukan masalah uang lagi. Ini masalah dapat suplai. Dan masalah ventilator dan kebutuhan RS untuk menangani, itu semuanya butuh langkah yang sifatnya darurat," ujar Sri Mulyani

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memerintahkan untuk merealokasi pos anggaran di APBN dan APBD. Realokasi tersebut akan difokuskan pada tiga hal. Pertama, bidang kesehatan, terutama pengendalian virus corona. Kedua, jaminan keamanan sosial (social safety net). Terakhir, pemberian insentif ekonomi untuk pelaku usaha UMKM.

1 dari 1 halaman

Jangan Ada Korupsi

korupsi rev1

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan, akan menindak tegas jika ada oknum yang melakukan korupsi termasuk ada konflik kepentingan dalam pemenuhan anggaran untuk penanganan penyebaran Covid-19.

Meskipun kita darurat dan harus melakukan cepat, saya berharap tidak ada korupsi dan tidak ada konflik kepentingan, katanya dalam rapat koordinasi bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, OJK dan BI melalui konferensi video di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, tindakan melawan hukum itu akan mengacaukan upaya menolong masyarakat di tengah kondisi yang darurat dan memiliki tingkat urgensi tinggi dari imbas virus corona jenis baru itu.

Selain dua hal itu, Sri Mulyani juga tidak ingin ada pendompleng baik di sektor riil ketika pengadaan alat kesehatan maupun di sektor pasar keuangan seperti saham dan forex.

"Kami akan sangat tegas kalau ada yang melakukan hal-hal itu untuk memanfaatkan situasi ini," katanya. [idr]

Baca juga:
Begini Tata Cara Mendaftar Jadi Peserta Kartu Prakerja
Kartu Prakerja Resmi Diluncurkan, Tiap Peserta Bisa Dapat Dana Hingga Rp7 Juta
Pemerintah Pastikan Harga Gas Industri Turun Mulai 1 April 2020
Stok Pangan di Tangerang Dijamin Aman di Tengah Pandemi Virus Corona
Antisipasi Dampak Virus Corona, Pemerintah Terus Monitoring Ketersediaan Pangan
Penjelasan Lengkap Stimulus Jilid II Penangkal Dampak Virus Corona, Telan Rp22,9 T

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini