Dana Subsidi Ditambah, Menteri Erick Sebut Harga Pertalite Hingga LPG 3 Kg Batal Naik

Jumat, 20 Mei 2022 16:26 Reporter : Sulaeman
Dana Subsidi Ditambah, Menteri Erick Sebut Harga Pertalite Hingga LPG 3 Kg Batal Naik

Merdeka.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyambut baik dukungan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI terhadap usulan pemerintah melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati terkait penambahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menteri Erick menuturkan, adanya persetujuan DPR tersebut untuk memastikan bahwa harga Bahan Bakar Minyak (BBM), LPG, hingga tarif listrik yang disubsidi tidak naik.

"Ini bukti negara hadir dan terus berupaya keras, karena tidak ingin membebani rakyat di tengah persoalan pangan dan energi global," kata Menteri Erick saat kunjungan kerja di Medan (20/5).

Maka dari itu, Menteri Erick memastikan Kementerian BUMN bersama pelaku usaha terkait akan fokus menjaga ketahanan energi nasional. Hal ini untuk memastikan keamanan stok energi seiring meningkatnya aktivitas sosial ekonomi masyarakat pasca meredanya kasus harian Covid-19.

"Kami di Kementerian BUMN bersama Pertamina dan PLN akan fokus dalam menjaga ketersediaan energi dan memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat," tutupnya.

2 dari 2 halaman

DPR Restui Penambahan Subsidi Energi

penambahan subsidi energi rev1

Sebelumnya, Badan Anggaran DPR menyetujui usulan pemerintah terkait revisi belanja negara pada APBN 2022. Adapun besaran belanja negara pada APBN 2022 menjadi Rp3.106 triliun.

"Perubahan berkonsekuensi pada perubahan pos belanja secara keseluruhan, usulan pemerintah belanja negara menjadi sekitar Rp3.106 triliun," kata Ketua Banggar DPR RI, Said Abdullah dalam Rapat Kerja Banggar dengan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati di Gedung DPR RI Senayan Jakarta, Kamis (19/5).

Menurut Said, perubahan postur APBN ini karena dipengaruhi oleh naiknya harga minyak mentah dunia. Sehingga subsidi energi makin membengkak.

"Naiknya harga minyak mentah membuat subsidi harus ditambah menjadi Rp74,9 triliun dengan rincian, subsidi BBM dan elpiji sebesar Rp71,8 triliun, dan subsidi listrik Rp3,1 triliun," ujarnya.

[bim]

Baca juga:
DPR Setujui Tambahan Subsidi dan Kompensasi Energi Rp350 Triliun
Benarkah Harga Pertalite Bakal Naik? Ini Kata Erick Thohir
Inflasi Indonesia 2022 Diproyeksi Bisa Capai 6 Persen, ini Alasannya
Konsumsi Pertalite Naik 46 Persen Saat Arus Mudik Lebaran 2022
Syarat Target Pertumbuhan Ekonomi 2022 5,2 Persen Bisa Tercapai
Hati-Hati Ada Solar Tumpah di Tanjakan Gentong
Harga BBM Shell Naik Lagi, Super Setara Pertamax Dibanderol Rp16.630 per Liter

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini