Dana Kelola BPJS Ketenagakerjaan Capai Rp410 Triliun

Kamis, 24 Oktober 2019 10:21 Reporter : Adi Nugroho
Dana Kelola BPJS Ketenagakerjaan Capai Rp410 Triliun BPJS Ketenagakerjaan. ©Liputan6.com

Merdeka.com - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan mencatat, dana kelola sudah mencapai Rp410 triliun. Besarnya dana yang ada itu, membuat badan publik ini memutuskan untuk meningkatkan manfaat kepesertaan lewat revisi peraturan.

"Kita punya dana sekarang Rp410 triliun. Semua untuk empat program (JKK, JHT, JKM, JP) itu. Makanya karena dananya banyak, regulasi mengamanatkan kalau dana surplus kembalikan kepada peserta. Apa bentuknya? Naikin manfaat," kata Deputi Direktur Bidang Pengelolaan Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, Zainudin kepada merdeka.com di sela customer gathering dan talk show di Kota Bekasi, Kamis (24/10).

Saat ini, BPJS Ketenagakerjaan tengah menunggu revisi Peraturan Pemerintah (PP) No. 44 tahun 2015 tentang Jaminan Kematian (JKM). Menurut dia, setelah diteken Presiden Joko Widodo maka pihaknya langsung menjalankan regulasi tersebut.

"Siap ditanda tangani Pak Presiden, setelah itu efektif diberlakukan," ujar dia.

Kenaikan manfaat dalam revisi peraturan tersebut antara lain naiknya nilai santunan kematian dari Rp24 juta menjadi Rp42 juta, lingkup kecelakaan kerja hingga penanganannya diperluas. Terbaru, kecelakaan kerja tanpa melihat waktu dan lokasi kejadian. Asalkan, kecelakaan yang masih ada hubungannya dengan pekerjaan.

"Manfaatnya pertama dirawat, semua biaya ditanggung. Kalau ada cacatnya, santunan kita bayar. Kalau enggak kerja, gajinya kita bayar selama dia dirawat sampai sembuh," kata dia.

Tak hanya itu, BPJS Ketenagakerjaan akan melakukan pendampingan jika peserta yang cacat usai kecelakaan kerja dianggap masih bisa bekerja. "Dia akan dilatih sampai bisa didampingi tim kami. Misal kemarin dia orang lapangan, sekarang setelah mengalami kecelakaan ganti di office," ujar dia.

Dia memastikan kenaikan manfaat tak akan membebani dana ketahanan badan publik ini yang sekarang mencapai Rp410 triliun. "Dana ketahanan kita cukup untuk semua program, karena dananya banyak, salah satunya, regulasi mengamanatkan kalau dana surplus kembalikan kepada peserta," ujar dia.

Adapun kenaikan manfaat pada Jaminan Hari Tua (JHT) lebih kepada benefit kepesertaan. Menurut dia, peserta akan dipermudah ketika mengambil rumah bersubsidi atau meminjam uang untuk uang muka beli rumah.

"Kita sekarang sudah kerja sama dengan 2500 merchant. Jadi, kalau makan dapat diskon. Ini adalah kerja sama bisnis yang menguntungkan," ujar dia.

Khusus di Kota Bekasi, Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bekasi Kota, Mariansyah mengatakan, pihaknya akan bekerja sama dengan merchant di dalam metropolitan mal. Adapun jaminan pensiun (JP) nilainya akan terus naik menyesuaikan nilai inflasi yang terjadi. [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini