Dampak Pandemi Covid-19, Boeing Bakal PHK 7.000 Karyawan

Jumat, 30 Oktober 2020 09:26 Reporter : Merdeka
Dampak Pandemi Covid-19, Boeing Bakal PHK 7.000 Karyawan Boeing 737 MAX. ©REUTERS/Matt Mills McKnight

Merdeka.com - Produsen pesawat asal Amerika Serikat (AS), Boeing dikabarkan akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada karyawannya. Kali ini, sekitar 7.000 karyawan akan kena PHK imbas pandemi Covid-19 yang menurunkan kinerja perusahaan.

Mengutip laman BBC, sebelumnya, Boeing juga sudah melakukan pemangkasan karyawan besar-besaran. Akhir tahun 2021 nanti, pekerja Boeing diproyeksi hanya berjumlah 130.000 orang saja, turun 20 persen dari jumlah awal yaitu 160.000 orang.

Perusahaan mencatatkan kerugian USD 354 miliar selama 3 bulan hingga 30 September. Dilaporkan, pendapatannya turun 30 persen dalam 9 bulan pertama tahun ini menjadi USD 42 miliar.

Namun, Boeing menegaskan ekspektasinya terhadap pengiriman Boeing 737 Max AS, yang rencananya bakal dilanjutkan sebelum akhir tahun, meskipun dengan tingkat produksi yang sangat berkurang.

Boeing dilaporkan tengah memproses sertifikasi ketat dan validasi penerbangan yang dilakukan oleh regulator AS, Kanada dan Uni Eropa. Pesawat tersebut sekarang telah menyelesaikan sekitar 1.400 penerbangan uji coba dan lebih dari 3.000 jam terbang.

Adapun, armada tersebut telah dilarang terbang sejak Maret 2019 setelah 346 orang tewas dalam 2 kecelakaan udara terpisah.

Pandemi Covid-19 diakui menambah krisis, menyebabkan penurunan besar dalam perjalanan udara, mendorong maskapai penerbangan besar ke ambang kebangkrutan dan memaksa Boeing untuk memangkas staf dan membatalkan rencana untuk pesawat baru.

Baca Selanjutnya: Wisata Diprediksi Pulih 2023...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini