Dampak Panama Papers, ekonomi terancam saat banyak dana pulang ke RI

Sabtu, 9 April 2016 16:00 Reporter : Siti Nur Azzura
Dampak Panama Papers, ekonomi terancam saat banyak dana pulang ke RI Rupiah. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Bocornya data dokumen 'Panama Papers' dari firma hukum internasional Mossack Fonseca dikhawatirkan berdampak buruk pada perekonomian Indonesia. Pemerintah diminta waspada saat pengusaha Tanah Air justru berniat 'mengamankan' dananya ke Indonesia.

Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation (CITA) Yustinus Prastowo mengatakan pemerintah juga perlu melakukan berbagai upaya persiapan agar uang yang telah ditarik tidak membawa dampak negatif bagi Indonesia.

"Perekonomian kita justru akan bahaya kalau banyak duit yang pulang," kata Yustinus dalam diskusi di Gado-Gado Boplo, Jakarta, Sabtu (9/4).

Dia menjelaskan, Rupiah akan menguat sangat tajam jika banyak valas kembali ke Indonesia. Hal ini dikhawatirkan akan melemahkan daya saing produk ekspor Indonesia.

Selain itu, perbankan harus melakukan penyesuaian dengan menurunkan suku bunga. "Kalau suku bunga bank turunnya terlalu cepat, bank bisa collapse. Bank itu bisa banyak yang bangkrut," imbuhnya.

Yustinus menambahkan, pemerintah juga harus mempersiapkan kebijakan terkait efek dari kepulangan uang ke Indonesia. "Kita tidak bisa nampung duit banyak, mau imbal hasil apa. Suku bunga kita nggak cukup ngasih mereka. SUN (surat utang negara) kita space-nya cuma Rp 300 triliun. Jadi jangan terlalu bombastis," pungkasnya. [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini