Dampak gangguan satelit Telkom, penarikan ATM gratis hingga biaya Rp 70 M

Selasa, 29 Agustus 2017 06:00 Reporter : Idris Rusadi Putra
Dampak gangguan satelit Telkom, penarikan ATM gratis hingga biaya Rp 70 M ATM . Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Perusahaan telekomunikasi Telkom mengakui ada masalah dengan satelit Telkom 1 sejak Jumat sore (25/8) yang berpengaruh ke layanan yang dipakai konsumen. Salah satu dampaknya, beberapa atm milik perbankan dalam negeri mati alias offline.

Gangguan mulai terjadi pada Jumat (25/08) sekitar pukul 16.51 WIB. Saat itu, terjadi anomali pada satelit Telkom 1 yang berakibat pada pergeseran pointing antena satelit Telkom 1 sehingga layanan transponder satelit Telkom 1 terganggu.

Guna mengantisipasi masalah, Direktur Utama PT Telkom Indonesia, Alex Sinaga tengah melakukan proses migrasi pelanggan pasca gangguan yang dialami Satelit Telkom 1 akibat anomali pada satelit tersebut.

Tercatat jumlah pelanggan sebanyak 63 pelanggan, 8 di antaranya merupakan provider VSAT yang memiliki 12.030 site sehingga total ground segment sekitar 15.000 site.

"Kita memaksimalkan proses migrasi pelanggan Telkom 1 ke satelit Telkom 2, satelit Telkom 3S dan satelit lainnya. Upaya tersebut dilakukan Telkom demi mempercepat pemulihan layanan kepada pelanggan dan masyarakat," ungkapnya di Graha Merah Putih, Jakarta Selatan, Senin (28/8).

Dia menjelaskan bahwa upaya perbaikan dan penanganan telah dilakukan sejak tanggal 26 Agustus yang direncanakan akan selesai pada tanggal 30 Agustus nanti.

"Sedangkan proses repointing antena ground segment akan dilakukan bertahap, secara bersama sama baik dengan pelanggan maupun dengan operator penyedia layanan VSAT, kita lakukan hingga 10 September 2017," katanya.

Pihak Telkom pun telah bekerja sama secara intensif Telkom bersama Lockheed Martin selaku pabrikan satelit Telkom 1 terus melakukan investigasi, di mana saat ini sedang menjalankan prosedur prosedur untuk mengetahui kesehatan satelit Telkom 1 secara komprehensif.

Namun demikian, dampak dari gangguan Telkom ini tak bisa dihindari. Berikut rincian dampak gangguan Telkom seperti dirangkum merdeka.com.

1 dari 5 halaman

5.700 ATM BCA gangguan

ATM BCA. Merdeka.com/Dwi Narwoko

Perusahaan telekomunikasi Telkom mengakui ada masalah dengan satelit Telkom 1 sejak Jumat sore (25/8) yang berpengaruh ke layanan yang dipakai konsumen. Salah satu dampaknya, beberapa ATM milik perbankan dalam negeri mati alias offline.

Presiden Direktur Bank BCA, Jahja Setiaatmadja mengakui, dari semua ATM yang dimiliki BCA sebanyak 17.210 ATM yang berada sekitar di 11.530 lokasi, sekitar 5.700 ATM atau 30 persennya offline atau mati.

"Dapat disampaikan bahwa saat ini tim BCA bekerja sama dengan seluruh operator penyedia jasa komunikasi sedang melakukan upaya recovery. Diharapkan layanan beberapa ATM dapat segera kembali beroperasi sebagaimana biasanya," kata Jahja, di kantornya, Senin (28/8).

Untuk memudahkan nasabah, Bank BCA memberikan solusi. Di antaranya adalah mengunjungi kantor cabang terdekat.

"Kepada masyarakat paling mudah adalah kalau datang ke lokasi yang ada cabang BCA itu pasti ada dan ATM-nya kan pasti bisa operasional ya kalau ke cabang," ujarnya

Selain itu, lokasi ATM yang sudah diperbaiki akan terus diupdate informasinya di laman website resmi BCA.

"Di website BCA ada juga dicantumkan lokasi lokasi ATM yang sudah on kita update terus ya. Jadi kalau memang ternyata datang ke tempat ATM itu tidak bisa on maka bisa lihat website untuk lokasi terdekat di mana yang ada ATM on," imbuhnya.

Gangguan hanya terjadi pada layanan ATM. Sementara layanan lain seperti Debit BCA, BCA Mobile, KlikBCA dan lain sebagainya tidak mengalami gangguan.

2 dari 5 halaman

2.000 ATM Mandiri offline

Bank Mandiri. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

Satelit Telkom 1 milik PT Telekomunikasi Indonesia yang mengalami gangguan sejak Jumat sore (25/8) memengaruhi kinerja sejumlah layanan komunikasi ke konsumen, termasuk ATM dan siaran TV, salah satunya ATM milik Bank Mandiri.

Sekretaris Perusahaan PT Bank Mandiri Tbk, Rohan Hafas menuturkan, ada sekitar 2.000 ATM Bank Mandiri yang offline akibat gangguan tersebut.

"Mandiri memiliki lebih dari 17 ribu ATM. Yang menggunakan Telkom sekitar 2.000 ATM," ujar Rohan, di Lombok, Sabtu (26/8) malam.

Dia mengatakan, kebanyakan ATM yang terdampak itu berada di daerah luar yang menggunakan jaringan VSAT. Sehingga yang terkena imbas hanya ATM yang menggunakan jaringan VSAT.

"Yang gunakan Telkom 1, ATM, nih ceritanya seperti di sini (Lombok) ya parabolanya VSAT yang terkena. Rata-rata yang pakai VSAT yang di daerah agak luar. Kalau kota besar itu pakai jaringan GSM," ungkapnya.

Sejauh ini, lanjutnya, belum ada komplain terkait gangguan tersebut. Pihaknya telah melakukan antisipasi agar transaksi tetap bisa berjalan dengan cara pengalihan ke jaringan GSM dari VSAT pada ATM dengan VSAT yang bermasalah.

Akan tetapi, nantinya akan dikembalikan menjadi VSAT karena daerah luar mengharuskan ATM-nya menggunakan jaringan VSAT. Sebab jaringan GSM kurang baik di daerah luar.

"Mungkin letaknya di daerah yang lebih luar, transaksinya tidak banyak, hari libur, terus satu lagi penggunaan mobile banking sudah jauh lebih maju sekarang ini di banding ATM, jadi sejauh ini kita belum ada komplain," kata dia.

Selain itu, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pihak Telkom 1 terkait hal ini. Gangguan ini diyakini akan secepatnya pulih dan tidak mempengaruhi kinerja Bank Mandiri karena gangguan tersebut hanya berpengaruh pada 13-14 persen ATM milik perseroan.

3 dari 5 halaman

BCA gratiskan tarik tunai di ATM lain

bank BCA. REUTERS/Beawiharta

Perusahaan telekomunikasi, Telkom mengakui ada masalah dengan satelit Telkom 1 sejak Jumat sore (25/8). Salah satu dampaknya, dari 17.210 ATM Bank BCA yang berada sekitar di 11.530 lokasi, sekitar 5.700 ATM atau 30 persennya offline atau mati.

Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja mengatakan, selama terjadi gangguan satelit, nasabah yang melakukan tarik tunai di ATM bank lain tidak dikenakan biaya switching.

"Selama periode 2 minggu ke depan dari tepatnya berlaku sejak tanggal 26 Agustus kemarin sampai tanggal 8 September itu tidak ada biaya antar bank yang dikenakan khusus untuk pengambilan tunai ya," kata Jahja di kantornya, Senin (28/8).

Dengan switching system, sekarang nasabah BCA bisa juga mengambil uang tunai di ATM bank lain seperti Mandiri, BRI atau di BNI dan bank lainnya tanpa dikenakan biaya.

"Cuma kenapa nasabah nggak mau ambil? Itu kan kena biaya switching Rp 7.500 jadi sebaliknya nasabah bank lain kalau ambil di BCA juga kena 7.500, kalau ambil di bank sendiri kan free," ujarnya.

Dengan dibebaskannya biaya switching, diharapkan nasabah yang berada di lokasi terkena dampak gangguan satelit tidak akan ragu untuk tarik tunai di ATM bank lain. 

4 dari 5 halaman

BCA gelontorkan Rp 70 miliar perbaiki ATM

rupiah. shutterstock

Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja mengatakan perbaikan 5.700 ATM yang terkena dampak anomali satelit Telkom 1 akan menelan biaya sebesar Rp 50 miliar hingga Rp 70 miliar. Perbaikan tersebut membutuhkan waktu hingga 2 minggu.

"Antara 50 miliar sampai 70 Miliar kurang lebih tergantung frekuensi transaksi ya dan kecepatan kita juga untuk melakukan recovery ya kalau kita semakin cepat melakukan recovery tentu dia juga akan semakin rendah ya," kata Jahja, di kantornya, Senin (28/8).

Dia mengungkapkan, sebagian besar ATM yang bermasalah berada di kota-kota kecil sehingga dibutuhkan extra effort dalam perbaikannya.

"Tentunya harus ada perjalanan segala macam karena kita belum disentralisasi jadi harus masih kunjungan dari tim pusat. Nanti itu akan ada biaya lagi traveling waktu dan lain-lain kita perkirakan sekitar itu lah (Rp 50-70 miliar)," ujarnya.

Meski harus mengeluarkan biaya besar, Jahja menegaskan hal tersebut tidak akan mempengaruhi kesehatan keuangan BCA. "Tetapi memang hal itu adalah demi kepuasan masyarakat dan menjaga agar service level kita juga baik," ungkapnya.

Perbaikan setiap lokasi akan dilakukan oleh dua tim dari BCA dan dari provider yaitu Telkom. Mereka akan meroute ulang ATM tersebut dan mengalihkannya ke satelit lain.

"Dari 5.700 itu 2.000 dari Telkom 1 itu kita akan pindahkan ke Apstar 5, kemudian 3.000 lebih sisanya akan pindahkan ke satelit Telkom lainnya yaitu Telkom 3S," ungkapnya.

Selain memperbaiki 5700 mesin ATM, BCA juga harus merecovery 126 Kantor Kas yang juga terkena gangguan satelit.

"Sampai tadi pagi, sekitar 121 dari 126 sudah bisa operasi normal tinggal 5. Saya kira sampai sore ini yang 5 ini juga bisa diselesaikan oleh tim kita. jadi kita mendahulukan Kantor Kas," pungkasnya.

5 dari 5 halaman

BCA ganti biaya tarik tunai di akhir bulan

ATM BCA. Merdeka.com/Dwi Narwoko

PT Bank Central Asia ( BCA) tidak mengenakan biaya atau menggratiskan nasabahnya yang mengambil uang di ATM bank lain hingga 8 September 2017 mendatang. Langkah ini diambil sebagai dampak terganggunya 5.700 dari 17.210 ATM BCA karena gangguan satelit Telkom.

Namun demikian, salah satu nasabah BCA, Azzura mengaku masih terkena biaya sebesar Rp 7.500 saat tarik tunai di ATM milik BNI. Dia sendiri bingung dengan kebijakan tersebut.

"Saya masih kena biaya Rp 7.500, katanya gratis," kata Azzura kepada merdeka.com di Jakarta, Senin (28/8).

Di kesempatan berbeda, Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja menjelaskan, saat penarikan memang tetap dibebankan biaya switching dan akan diganti pada akhir bulan.

"Nah untuk itu kita memberikan kebebasan tetapi tidak dibebaskan langsung tentang sistem kita akan membebankan sebagai biaya dan nanti secara sistem untuk yang sudah di tempat itu akan dikembalikan dikredit kembali pada akhir bulan," ungkapnya.

"Jadi kalau terpaksa ambil tunai di ATM bank lain yang terdekat yang ada silakan, biaya akan terkena sementara, akhir bulan akan di kembalikan jadi semua biaya itu kita akan tanggung," lanjutnya.

Pembebasan biaya hanya berlaku untuk tarik tunai saja. Cek saldo atau melakukan transfer di mesin ATM bank lain tetap akan dikenakan biaya.

"Kenapa hanya ambil tunai? Karena kalau mau cek saldo kalau mau transfer transfer antar bank atau transaksi lain itu bisa di bisa internet banking BCA mobile," pungkasnya.

[idr]
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini