Dahlan tak ikut campur soal ambisi Lion 'kuasai' Bandara Halim

Kamis, 16 Oktober 2014 10:04 Reporter : Novita Intan Sari
Dahlan tak ikut campur soal ambisi Lion 'kuasai' Bandara Halim Bandara Halim Perdanakusuma. ©2014 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Ambisi maskapai penerbangan Lion Air 'menguasai' Bandara Halim Perdanakusuma ditanggapi dingin Menteri BUMN Dahlan Iskan. Dia mengaku tak ikut campur soal rencana itu.

Alasan Dahlan jelas, dia tak memiliki wewenang mengenai pengambilalihan Bandara Halim Perdanakusuma oleh pihak Lion Grup. Meski dikelola Angkasa Pura II, Bandara Halim sepenuhnya milik TNI AU.

"Halim itu bandara TNI AU bukan milik Angkasa Pura, sepenuhnya angkatan udara untuk memutuskan apapun," kata Dahlan usai Rapim di Kantor Kimia Farma, Jakarta, Kamis (16/10).

Menurut dia, meski diambilalih oleh pihak Lion Group melalui anak usahanya PT Angkasa Tranportindo Selaras (PT ATS) Dahlan tak akan membicarakan lebih jauh dan lebih mendalam mengenai pengembangan Bandara Halim Perdanakusuma dengan pihak Lion Group. "Saya tidak akan membicarakan apapun," jelas dia.

Sebelumnya, mimpi maskapai penerbangan Lion Air memperkuat posisi di percaturan bisnis penerbangan semakin kuat. Setelah ekspansi bisnis besar-besaran dengan memborong pesawat untuk memperkuat armadanya, maskapai milik Rusdi Kirana juga siap mengelola bisnis bandara.

Saat ini, Lion Air berencana untuk menguasai pengelolaan Bandara Halim Perdanakusuma. Rencana pengambilalihan pengelolaan bandara ini cukup mengejutkan karena tak berselang lama sejak maskapai tersebut mengumumkan untuk membangun bandara sendiri di Banten.

Pemerintah melalui Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono mempersilakan maskapai penerbangan Lion Air, mengembangkan Bandara Halim Perdanakusuma. Menurutnya, saat ini ada beberapa pihak yang bisa mengembangkan bandara yaitu pemerintah pusat, pemerintah daerah, badan Usaha Bandar Udara pemerintah maupun swasta.

"Prinsip kalau keterbatasan dana pemerintah, kita terbuka swasta membangun bandara. Swasta boleh dengan syarat Badan Usaha Bandar Udara. Kita mengatakan rencana pengembangan airport atau membangun baru," kata Bambang ketika ditemui di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta.

Pengembangan bandara ini dilakukan Lion Air menyusul keputusan Mahkamah Agung yang menyerahkan pengelolaan bandara kepada PT Angkasa Transportindo Selaras (ATS).

Lion Group memiliki 80 persen saham di ATS sedangkan Inkopau menguasai 20 persen saham sisanya. Angkasa Pura II sendiri sebelumnya juga telah mengajukan kasasi membatalkan putusan tersebut. Tapi MA menolak. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini