Daftar para orang terkaya dunia yang sempat menjadi buruh kasar

Jumat, 4 Mei 2018 06:00 Reporter : Merdeka
Daftar para orang terkaya dunia yang sempat menjadi buruh kasar Bill Gates. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Menjalani rutinitas sebagai buruh pabrik yang terkenal melelahkan bukan berarti kehilangan harapan untuk menjadi jauh lebih sukses. Kesuksesan tidaklah datang secara instan, tetapi dibutuhkan usaha keras untuk dapat meraihnya.

Begitu pula dengan orang-orang yang sudah berhasil mencapai puncak kesuksesan dalam hidup mereka. Tentu saja mereka memulai semuanya dengan usaha yang maksimal.

Sebagian buruh pabrik di dunia bahkan dapat membalik nasibnya hingga ke tingkat yang tak terduga. Berkat tekad dan usaha yang kuat, buruh pabrik sekalipun dapat mencatatkan namanya di antara jajaran miliarder terkaya di dunia.

Selengkapnya, berikut empat mantan buruh pabrik yang kini sukses menjadi orang terkaya di dunia seperti dilansir dari Business Insider dan The Guardian, Kamis (3/5):

Reporter: Siska Amelie F Deil

Sumber: Liputan6

1 dari 4 halaman

Leonardo Del Vecchio

leonardo del vecchio. ©2018 REUTERS

Del Vecchio dibesarkan di sebuah panti asuhan. Demi hidup mandiri secara finansial, dia memutuskan untuk bekerja di sebuah pabrik. Namun sayang, di pabrik itulah, dia justru kehilangan sebagian jarinya dalam sebuah kecelakaan kerja.

Del Vecchio merupakan satu dari lima anak yang dikirim ke panti asuhan lantaran ibunya takk sanggung membiayai kehidupannya. Dia lantas bekerja di sebuah pabrik pembuatan bingkai kacamata.

Di usia 23 tahun, dia lantas membuka gerai pembuatan kacamata sendiri. Kini bisnisnya menjelma menjadi produsen kacamata terbesar di dunia. Tak heran, dia menjadi salah satu orang terkaya dengan total harta USD 22,5 miliar.

2 dari 4 halaman

Li Ka-Shing

Li Ka Shing. ©celebritynetworth.com

Li Ka-shing mengaku sudah menjadi tulang punggung keluarganya sejak masih belia. Dia berserta keluarganya harus pindah ke Hong Kong karena sang Ayah yang meninggal karena penyakit TBC.

Akibat hal ini, dia juga harus berhenti sekolah dan dan bekerja sebagai buruh pabrik di usianya yang masih 13 tahun. Selama bekerja, Li memberikan 90 persen dari gajinya untuk sang ibu. Keberhasilannya dalam mencari nafkah untuk keluarga mengajarinya tentang nilai sosial dan sikap dermawan.

Terus menerus hidup dalam keterpurukan membuat Li Ka-shing bertekad untuk bisa keluar dari jeratan kemisikinan. Maka, pada tahun 1950, dia memberanikan diri membuka usaha sendiri.

Li Ka Shing kini dikenal sebagai salah satu orang terkaya di Asia, bahkan di dunia. Dia merupakan seorang pebisnis dan investor. Kesuksesannya mampu membuatnya duduk sebagai orang terkaya kedua di Asia dengan kekayaan senilai USD 34,5 miliar.

3 dari 4 halaman

Zhou Qunfei

Zhou Qunfei. ©2015 Merdeka.com

Zhou besar di sebuah desa kecil di Hunan, Tiongkok. Ibunya meninggal ketika Zhou berusia lima tahun. Sementara ayahnya lumpuh akibat kecelakaan di pabrik. Dia lantas membantu keluarganya dengan beternak babi dan bebek. Kemudian dia akhirnya memutuskan pindah ke Shenzhen untuk bekerja di pabrik pembuatan lensa pada 1993.

Situasinya tidak membaik kala itu karena dia bekerja dalam kondisi pabrik yang buruk. Setelah mendapat promosi, dia berhasil mengumpulkan uang sebanyak USD 3.000 yang digunakan untuk membuka toko kaca jam bersama saudara-saudaranya. Kini Zhou menjadi salah satu wanita terkaya dunia dengan total kekayaan mencapai USD 7,1 miliar.

4 dari 4 halaman

Bill Gates

Bill Gates. ©2017 Merdeka.com

Pengusaha software Bill Gates tidak hanya sukses tapi tidak pernah absen dari deretan orang-orang terkaya di dunia selama 10 tahun berturut-turut. Tidak hanya itu perusahaannya Microsoft menjadi perusahaan perangkat lunak terbesar dan tersukses di dunia.

Bill Gates lahir sebagai anak yang cerdas itu mengapa dia bisa masuk sebagai mahasiswa di universitas bergengsi Harvard Amerika tanpa kesulitan. Di Harvard Bill bertemu dengan Paul Allen rekannya yang juga mendalami ilmu komputer sepertinya, dan bersama-sama membangun Microsoft Corporation saat itu. Namun Bill memutuskan untuk keluar (drop out) dari kampusnya agar bisa lebih banyak memiliki waktu untuk perusahaannya.

Namun tidak semudah itu untuk bisa menjalani perusahaannya tanpa modal yang cukup. Bill Gates mau tidak mau harus bekerja sebagai office boy kongres di Washington State Capital. Di mana gajinya saat itu harus dia gunakan untuk memenuhi kebutuhannya sekaligus ditabung untuk bisa mendanai perusahaannya.

Bekerja sambil mengurus perusahaannya menjadi tidak sia-sia karena hasil diberikan berbuah manis. Microsoft milik Bill Gates akhirnya sukses, dan berhasil menyebarkan produknya hampir seluruh dunia. Meski telah berlimpah kekayaan Bill Gates tetap memiliki jiwa sosial yang tinggi. Dia terus menyumbangkan sebagian kekayaannya kepada yayasan-yayasan untuk membantu orang-orang yang membutuhkan.

  [bim]

Baca juga:
Mau tahu orang terkaya dunia peraih predikat miliarder tercepat, ini daftarnya
Menelusuri pundi-pundi uang 5 orang terkaya di Indonesia
Riset: Satu persen orang terkaya akan kendalikan 64 persen kekayaan dunia di 2030
Miliuner 31 tahun ini buktikan tak perlu pintar untuk jadi kaya
Kisah sukses Jeff Bezos, sempat kerja di McDonald's hingga jadi orang terkaya dunia

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini