China Sebar Utang, Ke Negara Mana Sajakah?

Rabu, 21 November 2018 06:40 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
China Sebar Utang, Ke Negara Mana Sajakah? Ilustrasi uang. ©Shutterstock/mangostock

Merdeka.com - China Sebar Utang, Ke Negara Mana Saja?

China menjadi salah satu pemberi pinjaman terbesar di dunia. Tak tanggung-tanggung, negara tirai bambu ini bisa meminjamkan dana mencapai USD 1,1 triliun. Bukan jumlah yang sedikit. Bahkan beberapa negara ada yang sampai tak mampu membayar utang itu, dan menyerahkan salah satu aset negaranya.

Berikut beberapa negara di dunia yang meminjam dana dari China, seperti dikutip dari berbagai sumber:

1 dari 5 halaman

Sri Lanka

Presiden Sri Lanka Maithripala Sirisena. ©2018 Merdeka.com

Sri Lanka menandatangani kesepakatan senilai USD 1,1 miliar (Rp 16 triliun) dengan China untuk mengendalikan dan mengembangkan pelabuhan di selatan laut dalam Hambantota. Pemerintah Sri Lanka mengatakan uang dari hasil kesepakatan tersebut akan membantu melunasi pinjaman luar negeri Sri Lanka ke China.

Namun ada banyak kekhawatiran warga jika China menguasai wilayah mereka. Oleh karena itu, pemerintah Sri Lanka mengumumkan kesepakatan revisi untuk memotong saham perusahaan China tersebut menjadi 70 persen.

2 dari 5 halaman

Venezuela

Presiden Venezuela Nicolas Maduro. REUTERS

Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengatakan investasi baru dari China akan membantu negaranya menaikkan produksi minyak dengan cepat. Hal itu disebut Presiden Maduro mampu menggandakan pembiayaan untuk kembali menggairahkan ekonomi, dan segera keluar dari krisis yang terus mencekik selama beberapa tahun terakhir.

China telah setuju untuk berinvestasi lebih dari USD 5 miliar (setara Rp 72 triliun). Presiden Maduro menambahkan, setelah kunjungan kenegaraannya ke Beijing pada awal pekan, investasi besar itu akan bantu tingkatkan ekspor minyak ke China hampir dua kali lipat. Lanjutnya, di bawah kesepakatan itu, Venezuela akan meningkatkan produksi dan ekspor harian minyak ke China menjadi 1 juta barel per hari.

3 dari 5 halaman

Zimbabwe

Antre bank di Zimbabwe. CNN Money©2016

Untuk pembatalan utang sebesar USD 40 juta yang diberikan China, Zimbabwe terpaksa mengadopsi mata uang sah China, Yuan, sebagai mata uang sehari-hari mereka. China telah menjadi investor terbesar di Zimbabwe, negara yang dijauhi negara Barat atas kasus hak asasi manusia dan berjuang untuk bangkit dari resesi di 1998-2008, yang memaksa pemeritnah untuk membuang mata uangnya sendiri di 2009.

Menteri Keuangan Zimbabwe Patrick Chinamasa menyatakan rencana untuk menggunakan yuan untuk perdagangan antara China dan Zimbabwe dan penerimannya dengan konsumen di Zimbabwe.

Dalam 5 tahun terakhir, Zimbabwe menerima lebih dari USD 1 miliar pinjaman berbunga rendah dari China.

4 dari 5 halaman

Pakistan

Pakistan. ©2018 Merdeka.com

Pakistan mengurangi dana pinjaman dari China untuk proyek pembangunan rel kereta yang bernilai total USD 8,2 miliar atau setara dengan Rp 19 triliun.

Proyek itu merupakan peremajaan dan pengembangan rel kereta peninggalan era kolonial yang menghubungkan Karachi-Peshawar sejauh 1.872 km, yang bernama Karachi-Peshawar Main Line-1 (ML-1).

Islamabad memutuskan untuk melakukan pemotongan senilai USD 2 miliar (Rp 29 triliun), menjadikan nilai pembiayaan dari China untuk proyek itu menjadi USD 6,2 miliar (Rp 90 triliun) saat ini.

"Hal itu dilakukan akibat kekhawatiran yang memuncak dari Islamabad tentang besarnya utang Pakistan terhadap China." kata Menteri Perkeretaapian Pakistan Sheikh Rasheed.

5 dari 5 halaman

Berapa Utang Indonesia?

Presiden Jokowi bertemu Xi Jinping. ©2018 Merdeka.com

Selain negara-negara di atas, Indonesia juga termasuk salah satu negara yang mendapat pinjaman dari China. Bahkan dari tahun ke tahun jumlahnya naik. Data Bank Indonesia, utang Indonesia ke China pada 2016 mencapai USD 15,1 miliar.

Angak itu mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan 2015 nilainya USD 13,6 miliar. [has]

Baca juga:
BI dan Bank Sentral China Perbarui Perjanjian Swap Menjadi USD 30 Miliar
KTT APEC Gagal Hasilkan Kesepakatan, Ini Alasannya
Presiden Jokowi Minta China Permudah Ekspor Sarang Burung Walet RI
Di KTT APEC, Presiden Jokowi Gelar Pertemuan Bilateral dengan Xi Jinping

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini