China Putuskan Turunkan Tarif Impor AS di Hari Valentine, Akhir Perang Dagang?

Kamis, 6 Februari 2020 13:31 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo
China Putuskan Turunkan Tarif Impor AS di Hari Valentine, Akhir Perang Dagang? Donald Trump bertemu Xi Jinping. ©REUTERS/Carlos Barria

Merdeka.com - China memutuskan menurunkan tarif impor ratusan produk Amerika Serikat (AS) senilai USD 75 miliar atau setara Rp1.022 triliun (asumsi Rp13.627 per USD). China akan menurunkan sebagian tarif dari 10 persen ke 5 persen dan sebagian lagi dari 5 persen menjadi 2,5 persen. Inikah akhir dari perang dagang?

Dilansir dari CNBC, Kamis (6/2), penurunan tarif ini mulai berlaku pada 14 Februari mendatang. Namun, kementerian keuangan China tidak menjelaskan detail produk yang mengalami penurunan tarif.

Kementerian keuangan China mengatakan keputusan ini untuk menyehatkan dan stabilisasi perdagangan dengan AS. Di mana, AS juga memutuskan penurunan tarif impor China juga pada 14 Februari dari 15 persen menjadi 7,5 persen senilai USD 120 miliar.

China mengatakan penurunan tarif selanjutnya akan bergantung pada putusan perdagangan Sino-US. China berharap AS akan menghapus seluruh putusan kenaikan tarif. Di mana, hal tersebut menjadi penyebab perang dagang sejauh ini.

1 dari 1 halaman

Canda Menteri Sri Mulyani: Semua Masalah Dunia Saat ini Karena Laki-Laki

Menteri Keuangan, Sri Mulyani, sampaikan paparan mengenai kondisi ekonomi global dan pengaruhnya terhadap Indonesia di Mandiri Investment Forum 2020. Sebut saja penyebaran virus Corona, perang dagang Amerika Serikat-China, gejolak geopolitik dan lainnya. Menteri Sri Mulyani menyebut semua permasalahan itu disebabkan oleh manusia.

"Ketidakpastian global tahun 2019 berlanjut ke 2020, disebabkan oleh man made (buatan/ulah manusia). Manusia menyebabkan Brexit, perang dagang AS-China, these all are men," ujar Menteri Sri Mulyani di Mandiri Investment Forum, Jakarta, Rabu (5/2).

Hal tersebut mengundang gelak tawa para peserta forum karena kata 'man' sendiri memang memiliki arti ganda yaitu manusia dan laki-laki. Lebih lanjut, Menteri Sri menyindir kalau bapak-bapak menciptakan banyak masalah di ekonomi maupun geopolitik. Sebut saja kerusuhan di Bolivia dan perang dagang.

"Bapak-bapak ini ciptakan banyak masalah. Ini dikarenakan kurangnya representasi perempuan. Laki-laki yang menciptakan, laki-laki yang harus menyelesaikan persoalannya," lanjut Menteri Sri Mulyani.

[bim]

Baca juga:
Canda Menteri Sri Mulyani: Semua Masalah Dunia Saat ini Karena Laki-Laki
Bahlil Bongkar Sebab Online Single Submission Belum Efektif Tarik Investasi
Jungkir Balik Ekonomi Dunia di Awal 2020
Survei PwC: 53 Persen CEO Dunia Ramal Pertumbuhan Ekonomi Global 2020 Melemah
Pilpres dan Perang Dagang Bikin Saham Pool Advista Finance Merosot di 2019
BEI Akui Faktor Eksternal Masih Bebani Kinerja Pasar Modal 2020
Menengok Masa Depan Ekspor Indonesia di 2020

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini