Charoen Pokphand dapat kredit sindikasi USD 400 juta

Kamis, 20 November 2014 16:51 Reporter : Moch Wahyudi
Charoen Pokphand dapat kredit sindikasi USD 400 juta Peternakan Ayam. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk mendapatkan fasilitas kredit sindikasi dengan nilai setara USD 400 juta. Pinjaman dari 15 lembaga keuangan tersebut bakal digunakan untuk mendukung rencana ekspansi produsen pakan ternak, anak ayam usia sehari atau day old chick (DOC), dan ayam olahan tersebut.

"Pinjaman sindikasi baru ini akan digunakan untuk mengamankan sebagian besar kebutuhan pendanaan perusahaan untuk ekspansi bisnis secara keseluruhan dalam beberapa tahun ke depan," kata Direktur perusahaan emiten berkode CPIN itu Ong Mei Sian, dalam siaran pers, Kamis (20/11).

Kredit sindikasi unsecured basis (tak ada penjaminan aset )terdiri dari denominasi dolar Amerika Serikat dan rupiah, masing-masing sebesar USD 200 juta dan Rp 2,4 triliun.

Pencairannya meliputi dua tahapan: Fasilitas pinjaman berjangka 5 tahun sebesar USD 75 juta dan Rp 900 miliar. Kemudian, fasilitas kredit bergulir 5 tahun sebesar USD 125 juta dan Rp 1,5 triliun

"Denominasi fasilitas dalam mata uang dolar AS dan rupiah dilakukan untuk menjaga komposisi portofolio yang seimbang dalam keseluruhan portofolio utang perusahaan," kata Ong. "Optimasi campuran komposisi mata uang akan membantu mengurangi biaya bunga yang dibebankan serta untuk memberikan perlindungan terhadap fluktuasi nilai rupiah."

Ini merupakan kredit sindikasi keempat diterima CPIN pascakrisis keuangan Asia 1997. Kredit sindikasi pertama sebesar USD 125 juta pada 2007, berlanjut empat tahun kemudian sebesar USD 250 juta. Dan, kredit sindikasi ketiga USD 500 juta pada 2013.

Adapun kelima belas bank memberikan pinjaman adalah: Citi, PT Bank ANZ Indonesia, PT Bank Central Asia, PT Bank CIMB Niaga, PT Bank DBS Indonesia, Bank Mandiri, Sumitomo Mitsui Banking Corporation, cabang Singapura / PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia.

Kemudian, Rabobank Hong Kong, PT Bank Mizuho Indonesia, PT Bank CTBC Indonesia, Aozora Asia Pacific Finance Limited. Lalu, Chang Hwa Commercial Bank, Ltd. (cabang Singapura), First Commercial Bank, Ltd., Singapore Branch, Land Bank of Taiwan ( cabang Singapura), dan Hua Nan Commercial Bank.

"Citi bertindak sebagai kordinator tunggal untuk transaksi pinjaman sindikasi terbaru ini. Citi, bersama-sama dengan ANZ, BCA, CIMB Niaga, DBS, Mandiri dan SMBC merupakan Mandated Lead Arranger dan Bookrunners dalam transaksi ini," kata Gioshia Ralie, Managing Director, Head of Corporate and Investment Banking Citi Indonesia.

Saat ini CPIN meraih pangsa pasar pakan ternak sebesar 36 persen. Pasar DOC 35 persen dan ayam olahan 66 persen.

Perusahaan mulai operasi pada 1972 ini tengah membangun fasilitas produksi pakan di Jawa Tengah, menyiapkan beberapa fasilitas produksi DOC dan pengolah makanan di beberapa lokasi di Indonesia. [yud]

Topik berita Terkait:
  1. Ekonomi Indonesia
  2. Perbankan
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini