Chairul Tanjung: Upah buruh harus sesuai produktivitas

Senin, 10 Desember 2012 15:00 Reporter : Idris Rusadi Putra
Chairul Tanjung: Upah buruh harus sesuai produktivitas Chairul Tanjung . REUTERS / Beawiharta

Merdeka.com - Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chairul Tanjung menyebutkan kenaikan upah buruh seharusnya disesuaikan dengan kualitas dan produksi buruh tersebut. Saat ini Indonesia dinilai telah keluar dari filosofi buruh murah.

"Ngitungnya itu misalnya seorang itu dibayar untuk membuat satu sepatu Rp 100, dan jika dia buat 50 sepatu ya bayarannya Rp 5.000. Jika dia mampu memproduksi 100 sepatu ya Rp 10.000 sesuai produktivitas. Upah itu tidak masalah, masalahnya produktivitasnya," tegas Chairul Tanjung di Gedung Bank Mega Pusat, Jakarta, Senin (10/12).

Dia mengaku tidak pernah mempermasalahkan kenaikan upah. "Kita memang menginginkan transformasi ekonomi dengan kenaikan upah buruh. Tapi ini bukan soal upah tapi produktivitasnya naik mampu nggak? Karena upah dibayarkan berdasarkan output," tambahnya.

Dia juga meminta kenaikan upah buruh ini jangan karena kehendak satu pihak. Selain itu, dia juga minta pengusaha untuk mencari solusi lain dan membicarakannya dengan semua pihak yang terkait.

"Jangan ada pihak yang memaksakan kehendak, apakah itu kerjanya, usahanya. Jangan memaksakan kehendak. Cari solusi," pungkasnya. Seperti yang telah diketahui Chairul Tanjung merupakan salah satu orang terkaya di Indonesia. Dia kini memiliki sepenuhnya ritel Carrefour, Bank Mega dan perusahaan televisi Trans Corporation.

Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo telah mengabulkan standar Upah Minimum Provinsi (UMP) menjadi Rp 2,2 juta per bulan tahun depan atau naik sekitar 40 persen dibanding tahun ini. [rin]

Topik berita Terkait:
  1. Upah Buruh
  2. Chairul Tanjung
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini