Chairul Tanjung tantang Bakrie jual VIVA

Reporter : Sri Wiyanti | Rabu, 17 April 2013 18:19
Chairul Tanjung tantang Bakrie jual VIVA
Chairul Tanjung . REUTERS / Beawiharta

Merdeka.com - Pengusaha media, Chairul Tanjung (CT) tidak bisa lagi menyembunyikan ambisinya menjadi penguasa media. Setelah mengakui keinginannya menjadi pemegang saham pengendali di PT Visi Media Asia (VIVA), CT kini menunggu keseriusan Aburizal Bakrie selaku pemilik VIVA.

Cara Irit Pererat Pertemanan dengan Jalan-Jalan

"VIVA itu filosofisnya, tanya yang mau jual. Jangan tanya yang mau beli. Dia mau jual apa nggak, gitu lho. Kalau dia tidak mau jual ya kita tidak jadi beli. Jangan tanya siap-siap, kita sudah siap," tegas CT di Menara Bank Mega, Rabu (17/4).

CT mengungkapkan niatnya menjadi pemegang saham pengendali di tvOne, ANTV dan portal berita online VivaNews.com dengan nilai penawaran mencapai USD 18 miliar.

"Kami merupakan salah satu calon pembeli yang paling serius. Penawaran kami adalah kami ingin membeli semuanya. Hanya kami yang dapat membeli 100 persen, tapi perjanjian belum deal," kata Chairul Tanjung seperti dilansir Reuters, Jumat (29/3).

CT melalui CT Corp, saat ini sudah menjadi pengendali beberapa media, diantaranya adalah stasiun televisi TV7 dan TransTV, serta portal berita online detik.com. Untuk bisa menjadi pemegang saham pengendali di Visi Media miliki Bakrie, CT bilang, akan melakukan perjanjian pinjaman baru, namun CT masih enggan menyebut besarannya.

Keluarga Bakrie memang telah menyebut akan melepas sebesar 51 persen saham Visi Media . Proses penawaran tersebut sudah berjalan selama tiga bulan dan sudah ada dua penawar yaitu CT Corp dan MNC Group.

Rencana melepas 51 persen saham Visi Media, kabarnya merupakan salah satu upaya Bakrie untuk membeli kembali aset batubara dari BUMI Plc.

Kendati kapitalisasi pasar untuk Visi Media saat ini adalah sebesar USD 800 juta, namun Bakrie masih berharap bisa mendapatkan sebesar USD 1,2 muliar hingga USD 2 miliar. Dengan dua stasiun televisi dan satu situs berita, diproyeksi saham biasa bernilai hingga USD 1,8 miliar.

[noe]

Rekomendasi Pilihan


Komentar Anda



BE SMART, READ MORE