Cerita sukses 10 anak muda Indonesia dalam daftar '30 under 30' Forbes 2018

Jumat, 30 Maret 2018 07:00 Reporter : Liputan6.com
Cerita sukses 10 anak muda Indonesia dalam daftar '30 under 30' Forbes 2018 Ilustrasi pegawai. ©2012 Shutterstock/EDHAR

Merdeka.com - Sepuluh anak muda Indonesia berhasil masuk dalam daftar pemuda pengubah dunia di Forbes 30 Under 30 Asia di 2018. Setiap tahun, majalah Forbes merilis daftar 30 Under 30 yang berisi nama anak muda berusia di bawah 30 tahun di kawasan Asia yang memiliki potensi menjadi pemimpin atau pengusaha masa depan.

Mereka berasal dari berbagai latar belakang dan telah menuai kesuksesan di usia muda. Sebagian besar dari mereka merupakan pengusaha, serta pendiri perusahaan yang menjanjikan.

Dalam daftar tersebut, Forbes memilih anak muda Asia yang berprestasi. Ada 10 kategori, masing-masing kategori berisi 30 nama. Total ada 300 nama yang berhasil masuk ke daftar tersebut dan 10 di antaranya adalah putra-putri Indonesia.

Berikut 10 putra-putri Indonesia yang berhasil masuk daftar bergengsi Forbes, dilansir dari Forbes, Kamis (29/3):

1 dari 10 halaman

Adrian dan Eugenie Patricia Agus

Adrian dan Eugenie Patricia Agus. ©2018 Merdeka.com

Cofounders Puyo

Kategori: Arts

Adrian dan Eugenie Patricia Agus adalah dua saudara pendiri bisnis puding bermerek Puyo. Inspirasi kakak beradik ini berasal dari pudding buatan sang ayah.

Berbekal duit Rp 5 juta pinjaman dari orang tua Adrian dan Eugenie Patricia Agus menseriusi penjualan pudding inspirasi sang ayah. Strategi awal penjualan mereka bermula dari sosial media.

Hingga pada 2013, pudding Puyo resmi membuka gerai pertamanya di Mall Living World Alam Sutra. Kini Puyo memiliki puluhan booth di Jakarta dan memproduksi sekitar 3.000 cup per hari.

2 dari 10 halaman

Yohanes Sugihtononugroho dan Muhammad Risyad

Yohanes Sugihtononugroho. ©istimewa

Cofounder Crowde

Kategori: Social Entrepreneurs

Yohanes Sugihtononugroho dan Muhammad Risyad mendirikan Crowde pada 2016. Mereka bermaksud memberikan solusi bagi petani Indonesia untuk mendapatkan permodalan guna mengembangkan usaha pertaniannya.

Para peminat untuk membantu para petani dapat berinvestasi berapapun dan mendapatkan pembagian keuntungan saat panen. Para investor ini juga dapat memantau hasil investasinya di petani secara daring.

3 dari 10 halaman

Marshall Utoyo dan Krishnan Menon

Marshall Utoyo dan Krishnan Menon. ©istimewa

Cofounder Fabelio

Kategori: Retail & Ecommerce

Marshall Utoyo dan Krishnan Menon mendirikan Fabelio pada 2015. Krishnan berharap kehadiran Fabelio menjadi solusi pada permasalahan penjualan mebel ritel.

Meski Indonesia merupakan pemain besar dalam industri mebel, namun, pembeli ritel dalam negeri kerap kesulitan mencari produk tersebut. Maka dari itu, para perancang mebel nasional bisa mengunggah desainnya di Fabelio lalu Fabelio akan memproduksi dan mendistribusikannya.

4 dari 10 halaman

Reynold Wijaya dan Iwan Kurniawan

Reynold Wijaya dan Iwan Kurniawan. ©istimewa

Cofounder modalku

Kategori: Finance & Venture Capital

Reynold Wijaya dan Iwan Kurniawan adalah pendiri dari modalku. Modalku memberikan pinjaman pada pengusaha menengah, kecil dan mikro dari para investor.

Didirikan pada 2015, modalku melihat peluang bisnis dari sulitnya UMKM memperoleh permodalan. Disokong oleh Sequoia, modalku kini telah memberikan pinjaman sekitar USD 75 juta pada UMKM Indonesia.

5 dari 10 halaman

Fransiska Hadiwidjana

Fransiska Hadiwidjana. ©istimewa

Founder Prelo

Kategori: Retail & Ecommerce

Fransiska Hadiwidjana adalah pendiri sekaligus CEO dari Prelo. Prelo adalah situs penjualan dan penyewaan barang-barang bekas.

Selain Prelo, Fransiska juga salah satu pendiri dari AugMI labs. Berkat AugMI, Fransiska memenangkan penghargaan perusahaan rintisan bidang biomedical di Silicon Valley.

6 dari 10 halaman

Talita Setyadi

Talita Setyadi. ©bobobobo

Chef di BEAU

Kategori: Arts

Sempat menempuh pendidikan di Paris, Talita Setyadi kembali ke Indonesia dan memutuskan membuka BEAU pada 2013. Pastry buatannya telah masuk ke 100 kafe, restoran, dan hotel di Jakarta.

Setyadi juga memberi pendidikan pada kokinya. Di mana, hampir seluruh kokinya berasal dari pekerja kelas bawah seperti petugas kebersihan atau pelayan di sebuah perusahaan.

7 dari 10 halaman

Stanislaus Mahesworo Christandito Tandelilin

Stanislaus Mahesworo. ©istimewa

Cofounder Salestock.com

Kategori: Retail & Ecommerce

Stanislaus merupakan salah satu pendiri dari Salestock.com. Aplikasi ini bertujuan memberikan pakaian berkualitas agar terjangkau oleh masyarakat hingga pedesaan.

Salestock mengandalkan kecerdasaan buatan untuk membuat harga produk yang dijualnya terjangkau. Sejauh ini, Salestock telah mendapat pendanaan hingga USD 27 juta yang rencananya akan digunakan untuk ekspansi keluar negeri.

8 dari 10 halaman

Jeff Hendrata dan Andrew Tanner Setiawan

Jeff Hendrata. ©istimewa

Cofounders Karta

Kategori: Media, Marketing & Advertising

Jeff Hendrata dan Andrew Tanner Setiawan adalah pendiri dari Karta. Karta adalah perusahaan yang menyediakan media periklanan di sepeda motor.

Pemilik sepeda motor yang setuju kendaraannya dipasangi papan iklan akan mendapatkan uang. Karta telah memiliki pelanggan seperti Unilever, P&G, dan Astra Telkomsel. Karta telah tersedia di lebih dari 20 kota di Indonesia.

9 dari 10 halaman

Rich Chigga atau Brian Imanuel

Rich Chigga. ©istimewa

Musikus

Kategori: Entertainment & Sports

Rich Chigga atau Brian Imanuel menjadi salah satu selebriti yang lahir berkat sosial media. Memulai dari drama komedi, kini Brian terkenal dengan kemampuan bernyanyi rapnya.

Rich Chigga mengeluarkan single debutnya berjudul 'Dat $tick' pada Februari 2016. Video klip ini telah ditonton hingga 87 juta kali. Keberhasilannya ini membuat Brian diajak berkolaborasi dengan musisi dunia seperti Pharrell.

10 dari 10 halaman

Dian Pelangi

dian pelangi. ©kapanlagi.com

Desainer

Kategori: Arts

Dian Pelangi adalah seorang desainer dan influencer yang tidak takut pada corak dan warna. Hasil desainnya ini membuatnya memiliki pengikut sebesar 5 juta dalam jejaring media sosial.

Merek milik Dian Pelangi telah merintis usaha tersebut saat dirinya lahir hingga akhirnya dia ambil alih. Bermula dari desain hijabnya, Dian kini melebarkan sayap bisnisnya ke industri pakaian pernikahan dan anak-anak.

Reporter: Vina A Muliana

Sumber: Liputan6

  [bim]

Baca juga:
Bisnis terlihat sepele, tapi mendulang uang jutaan
Merek lokal asli Indonesia yang mendunia
Perjuangan tiga tokoh di Indonesia, hidup susah hingga jadi orang sukses
Jenis usaha cuma butuh modal Rp 500.000 bisa untung besar
Kisah sukses Lizzie Parra, dari modal minim hingga punya produk kecantikan sendiri

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini