Cerita Sri Mulyani Ditagih Dirut PLN dan Pertamina Sebesar Rp500 Triliun

Jumat, 2 Desember 2022 12:25 Reporter : Anisyah Al Faqir
Cerita Sri Mulyani Ditagih Dirut PLN dan Pertamina Sebesar Rp500 Triliun Menkeu Sri Mulyani. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengakui bahwa tagihan utang kompensasi dan subsidi energi dari PLN dan Pertamina tahun ini sangat besar. Total tagihannya bahkan hampir Rp500 triliun.

"Pak Darmo (Direktur Utama PLN) dan Pertamina, 2 orang ini nagihnya banyak banget sampai di atas Rp500 triliun," kata Sri Mulyani dalam acara Kompas 100 CEO Forum 2022 di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/12).

Tingginya tagihan tersebut karena kenaikan harga minyak dunia yang sempat tembus di atas USD 100 per barel. Kemudian tingginya permintaan konsumsi energi masyarakat di tengah proses pemulihan ekonomi nasional.

Tak hanya itu, dalam waktu yang bersamaan, nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) juga terus melemah. Sehingga membuat tagihan kompensasi dan subsidi naik 3 kali lipat dari yang dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun ini.

"Sekarang ini dobel, ICP di atas USD 100 per barel, kursnya relatif di atas asumsi APBN yang Rp 14.750. Ini yang menyebabkan kenapa tagihannya besar," tutur Sri Mulyani.

2 dari 2 halaman

Jaga Daya Beli Masyarakat

Meski begitu, Sri Mulyani mengatakan hal ini sudah sesuai arahan Presiden Joko Widodo yang memerintahkan untuk menjaga daya beli masyarakat. Sehingga kenaikan inflasi harus menjadi perhatian.

Tingginya harga minyak kala itu, diusahakan agar tidak langsung berdampak kepada masyarakat. Makanya, APBN menjadi penyangganya. "Daya beli konsumsi kita harus dijaga, makanya perhatian Pak Presiden ini detail terkait inflasi. Fiskal policy kita naiknya 3 kali lipat buat kompensasi BBM," kata dia.

Di sisi lain, besarnya tagihan PLN dan Pertamina tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat saja. Melainkan untuk kedua perusahaan milik negara tersebut.

"Ini juga buat menjaga 2 BUMN agar tetap jalan dan masyarakat terjaga daya belinya karena syok dari luar kita tahan biar enggak (berdampak) sama masyarakat," kata dia.

[idr]

Baca juga:
Ini 5 Provinsi dengan APBD Paling Banyak Mengendap di Bank
Ini Tiga Potensi Krisis Harus Diwaspadai di 2023
Pemerintah Bakal Belanjakan Rp537 Triliun di Desember 2022
Sri Mulyani Khawatir Masyarakat Belum Sejahtera di 100 Tahun Kemerdekaan Indonesia
Sri Mulyani Minta Milenial Tak Terlena Janji Manis Indonesia Maju 2045
Ekonomi Hijau Hingga Pembangunan IKN Jadi Fokus APBN 2023

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini