Cerita Prabowo, Kaget Baru Dilantik Jadi Menhan Sudah Muncul Kasus Korupsi Asabri

Senin, 1 Agustus 2022 12:07 Reporter : Merdeka
Cerita Prabowo, Kaget Baru Dilantik Jadi Menhan Sudah Muncul Kasus Korupsi Asabri Menhan Prabowo Subianto di HUT Asabri ke-51. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengaku kaget ketika baru saja dilantik sebagai Menhan pada 23 Oktober 2019, sudah muncul kasus korupsi PT Asabri selang beberapa hari dia dilantik.

"Jadi, waktu saya masuk kabinet baru beberapa hari saya mengalami shock. Karena kita menghadapi bagaimana kita harus selamatkan Asabri, karena uang ini merupakan uang yang sakral hasil darah dan keringat para prajurit (TNI-POLRI)," kata Prabowo dalam acara peringatan HUT Ke-51 Asabri, Di Gedung Asabri, Jakarta, Senin (1/8).

Pada saat itu, Prabowo bekerja sama dengan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir untuk merumuskan strategi dan jalan keluar guna menyelesaikan masalah korupsi Asabri.

Prabowo bercerita, Erick Thohir saat itu meminta dirinya untuk dicarikan pengganti direksi dan komisaris PT Asabri. Dia menyebut ada 3-5 kandidat yang diminta untuk menjadi direksi dan komisaris yang baru. Namun, semuanya menolak.

"Waktu beliau minta kepada saya pak Menhan cari calon direksi dan komisaris. Kemudian saya panggil beberapa tokoh yang saya kenal, dibidang keuangan, perbankan, ada 3 sampai 5 calon menolak semua. Tidak ada yang berani memegang saya kaget. Tidak ada yang berani," ujarnya.

Kemudian, ada yang mengajukan nama Wahyu Suparyono. Prabowo mengaku tidak kenal dengan sosok Wahyu. Ternyata, Wahyu sebelumnya pernah memegang beberapa perusahaan dan sukses dalam mengelolanya.

"Terus ada yang mengajukan nama Wahyu Suparyono. Saya tanya siapa ini Wahyu Suparyono, ternyata beliau sudah pernah memegang beberapa perusahaan dan bisa mengembalikan. Wah jangan-jangan ini orangnya (bisa balikin Asabri)," ungkapnya.

Menhan pun diminta untuk mencari seseorang yang profesional. Menurutnya, kriteria yang dicari tidak perlu dari kalangan purnawirawan untuk menangani atau mengelola Asabri. Justru yang diperlukan adalah profesional seperti Wahyu Suparyono.

"Cari orang yang profesional, kadang-kadang purnawirawan dari angkatan tempur. Hal yang begini harus yang profesional, saya tidak kenal dengan pak Wahyu, saya panggil dan beliau siap. Saya bilang berani juga," katanya.

Setelah itu barulah Menhan lapor ke kepada Menteri BUMN Erick Thohir, dan mengajukan nama Wahyu Suparyono. Seiring berjalannya waktu, bisa dilihat kinerja Asabri kian membaik.

"Alhamdulillah hari ini kita melihat jalan menuju minimal ada titik terang. Kemarin kita semua prihatin, jadi saya sampaikan penghargaan dan saya titip dengan nama atas nama seluruh stakeholder, saya berpesan kepada direksi dan komisaris jagalah instrumen untuk menjaga semangat dan ketenangan para prajurit," pungkasnya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com [azz]

Baca juga:
Rayakan HUT ke-51, Asabri Luncurkan Program Autentikasi Digital
Erick Thohir Bersih-Bersih Pengelolaan Dana Pensiun BUMN: Harus Transparan
BUMN Gelar Pasar Rakyat, Jual Sembako Rp65.000
Kasus Korupsi Asabri, Kejagung Sita Rp20 Miliar Milik Tersangka ESS
Penggabungan Pelayanan Asabri dan Taspen Kini Ada 6 Titik, Cek Detailnya
Banding Dikabulkan, Hukuman Dua Mantan Dirut Asabri Dikurangi 5 dan 2 Tahun Penjara
Asabri Kembangkan Layanan Permudah Klaim Nasabah

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini