Cerita Pilu Pengrajin Tikar Lipat, 4 Bulan Tanpa Pemasukan Akibat Corona

Jumat, 10 Juli 2020 15:17 Reporter : Anggun P. Situmorang
Cerita Pilu Pengrajin Tikar Lipat, 4 Bulan Tanpa Pemasukan Akibat Corona Pengrajin Anyaman Besek. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Pandemi Virus Corona membuat seluruh elemen ekonomi terhempas cukup dalam, tidak terkecuali bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Sebanyak 60 juta pelaku UMKM di Indonesia dinyatakan terdampak akibat virus baru tersebut.

Pengrajin tikar lipat binaan PT Jamkrindo, Heryanto mengatakan, selama 4 bulan terakhir pihaknya sudah tidak lagi memproduksi barang untuk dipasarkan. Hal tersebut karena permintaan tikar menurun drastis.

"Jadi kami sudah hampir 4 bulan tidak produksi. Pemasaran kami dari online, dari bazar ke bazar, distributor dan agen pun sama setop tidak bergerak," ujar Heryanto dalam diskusi online, Jakarta, Jumat (10/7).

Heryanto mengatakan, sebanyak 30 kepala keluarga yang bekerja di usaha miliknya juga turut terkena imbas. Sebab, usaha tersebut sebelumnya menjadi andalan ketika Covid-19 belum menjangkiti Indonesia.

"Masyarakat sekitar yang kami berdayakan hampir 30 kepala keluarga dan mereka hampir rata-rata ibu rumah tangga. Kalau bicara dampak kami sangat berpengaruh dan kena dampak," jelasnya.

Dia mengaku selama ini tidak mengandalkan pinjaman dari perbankan untuk menjalankan usaha. Tetapi mengandalkan Jamkrindo dengan permodalan yang memadai.

"Ke bank sih tidak ya untungnya. Dalam masa seperti ini kami pasti akan bingung. Kami binaan Jamkrindo jadi dari segi permodalan kami dibantu," jelasnya.

Baca Selanjutnya: Minta Bantuan Pemerintah...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini