Cerita penjual mobil bekas banjir, harus menipu agar dagangan laku

Minggu, 28 Agustus 2016 17:00 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo
Cerita penjual mobil bekas banjir, harus menipu agar dagangan laku mobil BMW terendam banjir di Kemang. ©2016 Merdeka.com/Twitter @amru_ms

Merdeka.com - Jakarta baru saja dilanda banjir Sabtu (27/8). Lokasi banjir kemarin menimpa daerah Kemang, Jakarta Selatan. Tidak ada korban jiwa pada kejadian tersebut, hanya, sejumlah kendaraan yang kebetulan berada di sana menjadi korban luapan air Kali Krukut. Bahkan, mobil mewah jenis BMW 320i yang harganya ditaksir Rp 598 jutaan terendam hingga setengahnya.

Mobil korban banjir tentu berdampak pada kerugian sang pemilik. Bagaimana tidak, jika dipakai kondisi mesin sudah tidak enak, namun kalau dijual juga tidak ada yang mau membeli.

Merdeka.com pun mencari penjual yang memiliki pengalaman dalam menangani mobil bekas banjir ini. Pencarian kami menemukan hasil saat menemui seorang makelar di pusat jual beli mobil bekas Blok M Square, Jakarta Selatan.

Pria ini bernama Fariz. Dia sudah menggeluti bisnis jual beli mobil lebih dari lima tahun. Pria berusia 30 tahunan ini pun menceritakan pengalamannya sampai harus menipu pelanggan hanya agar mobil bekas banjir terjual. Kejadian terjadi pada medio 2011 di tempat kerjanya dahulu.

"Kalau saya pernah pengalaman jual mobil bekas banjir, aduh malu saya, soalnya ya tidak enak saja sama pembeli atau customernya, kesan menipu," ujarnya, Minggu (28/8).

Dia bercerita repotnya menjual mobil bekas banjir. Pertama, penjual harus mengakali kondisi dengan mengganti keseluruhan interior mobil dan membersihkannya hingga bau apek hilang.

"Pernah saya mengurus mobil bekas banjir, terus ya gitu, saya harus mengeringkan jok sama karpet mobil, dua minggu, baru habis itu bisa dijual," ungkap Fariz.

BMW mewah terendam banjir ©2016 merdeka.com/tsana garini sudrajat

Kerepotan kedua, ialah dia harus pandai berbohong dan meyakinkan calon pembeli bahwa mobil itu bukanlah bekas banjir.

"Ada tiga hal yang pasti ditanya oleh customer showroom mobil ketika ingin membeli. Pertama, bekas banjir atau tidak. Kedua, matic atau manual. Ketiga, kilometer jarak tempuh," jelasnya.

Fariz tidak memungkiri, jika penjual juga membanderol harga tak jauh beda dari harga pasaran. Ini berarti kerugian ganda untuk calon pembeli.

"Kalau showroomnya nakal, itu mereka tidak akan jujur sama pembeli, kalau itu mobil bekas banjir. Mereka akan siasati, misalnya kalau bau, dengan alasan, 'oh itu joknya tadi baru dielap pake air bawahnya, jadi baunya agak lembap," bebernya.

Fariz mengungkapkan jika mobil bekas banjir yang dia jual saat itu adalah merek Daihatsu tahun 2010 dengan harga Rp 110 juta.

Atas kejadian tersebut, Fariz menjelaskan kalau dia merasa bersalah dan memutuskan untuk keluar dari tempat kerjanya saat itu.

"Mending jual mobil dengan jujur, yang penting halal, ya, kayak sekarang. Jualan mobil bekas paling dari tarikan (leasing) bank. Ya itu, kalau ada yang beli mobil, terus nunggak cicilannya terus ditarik. Ya, saya jual yang seperti itu saja," ujarnya sambil tersenyum.

Fariz pun memberikan sejumlah tips yang dapat membantu masyarakat terhindar dari membeli mobil bekas banjir. Yakni dengan melihat kondisi besi mobil.

BMW mewah terendam banjir ©2016 merdeka.com/tsana garini sudrajat

Meski sudah dibersihkan, keadaan mobil bekas banjir masih bisa dilihat dari besi di jok dan kolong setir yang berkarat. "Berkarat jika kondisi terkena banjir sudah lama."

Laporan: Aisyah [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini