Cerita Pengusaha UMKM Bisa Tembus Pasar Jerman Berkat Pelatihan Digital Marketing

Rabu, 5 Oktober 2022 20:00 Reporter : Siti Ayu Rachma
Cerita Pengusaha UMKM Bisa Tembus Pasar Jerman Berkat Pelatihan Digital Marketing UMKM. istimewa ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) pernah menyampaikan mandat pada saat rapat kabinet terbatas pada 3 Agustus 2022 lalu, yang salah satunya adalah untuk segera melakukan percepatan perluasan akses infrastruktur digital dan penyediaan layanan internet di seluruh wilayah Indonesia.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) merupakan instansi yang diberikan tugas langsung di bidang komunikasi dan informatika untuk menindaklanjuti dengan melaksanakan perencanaan program pembangunan BTS Base Transceiver Station 4G Bakti di wilayah 3T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal).

Walaupun memiliki tugas dan mandat dari Jokowi untuk percepatan akses internet, BAKTI Kominfo juga melakukan pelatihan kepada masyarakat setempat, untuk memanfaatkan infrastruktur akses internet yang sudah disediakan oleh Kominfo.

Salah satunya pada desa Sukarara, Lombok Timur. BAKTI Kominfo memberikan pelatihan digital marketing untuk para pelaku usaha seperti Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Desa Sukarara.

BAKTI telah memberikan pelatihan digital marketing kepada 30 UMKM sejak tahun 2019 di desa Sukarara. Program pelatihan yang sudah diberikan oleh Bakti Kominfo, dirasakan dampak positifnya oleh masyarakat desa.

2 dari 2 halaman

Dampak Positif

Tentu dampak positif tersebut adalah peningkatan penjualan melalui online serta omzet yang lumayan tinggi dan UMKM desa Sukarara mampu melakukan ekspor di beberapa negara, yakni Jerman, Singapura, Taiwan.

Manfaat yang dirasakan dari pelatihan tersebut dirasakan langsung penenun kain songket, Sabria. Dia mengatakan telah mendapatkan hasil yang positif dari pelatihan yang diberikan BAKTI.

Dia bercerita, awalnya tidak mengetahui kecanggihan teknologi, namun setelah mengikuti pelatihan tersebut dia mampu menjualkan kain songketnya dengan mudah hingga dijual ke luar negeri.

"Awalnya saya tidak tahu namanya internet, whatsapp bisnis, apalagi instagram. Alhamdulillah atas pelatihan ini saya ucapkan terimakasih," ujar Sabria, di Desa Sukarara, Lombok, Rabu (5/10).

Hal serupa juga dirasakan oleh Yosi pemilik UMKM Kuliner Ombak Food. Dia mengatakan sebelumnya dia mengikuti pelatihan yang diberikan BAKTI, pembeli produknya hanya sebatas masyarakat desa Sukarara.

Kendati demikian, setelah dia mengikuti pelatihan, akhirnya dia mampu menjual produknya ke luar provinsi bahkan hingga luar negeri.

"Sebelum mengikuti pelatihan tidak begitu memahami digital marketing, sosial media. Kami benar-benar ibu-ibu yang gaptek (gagap teknologi)," kata dia.

Baca juga:
Strategi Perusahaan BUMN agar UMKM Pelosok Indonesia Bisa Tembus Pasar Global
Sandiaga Uno: Nilai Ekspor Produk UMKM Kreatif Indonesia Tembus USD 25 Miliar
Pemprov Sulbar Berdiskusi Bareng Ganjar Bahas Stunting hingga Budaya Antikorupsi
Digitalisasi Tak Cukup, Ini 3 Hal Penting untuk Kembangkan UMKM
Sri Mulyani Optimis Inklusi Keuangan RI Capai 90 persen Tahun 2024

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini