Cerita Pemerintah 25 Kali Lobi LG agar Mau Jadi Investor Kendaraan Listrik di NKRI

Rabu, 29 Juni 2022 17:43 Reporter : Anisyah Al Faqir
Cerita Pemerintah 25 Kali Lobi LG agar Mau Jadi Investor Kendaraan Listrik di NKRI SPKLU. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - LG Electronics (LG) telah menyetujui kerja sama dengan Indonesia untuk menanamkan modalnya pada ekosistem mobil listrik dan baterai di Indonesia. Namun siapa sangka, untuk sampai ke tahap penandatanganan kontrak, dilakukan negosiasi yang tak kurang dari 25 kali.

"Pengalaman dari LG, ini tidak kurang 25 kali negosiasi untuk ubah format MoU atau mendapatkan kesepakatan," kata Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal, Kementerian Investasi, Indra Darmawan dalam Webinar: Ambisi Indonesia Kebangkitan Ekosistem Baterai Kendaraan, Jakarta, Rabu (29/6).

Tak hanya itu, Indra mengungkap, tim dari Kementerian Investasi harus 7 kali bolak-balik Jakarta-Seoul, Korea Selatan untuk melakukan negosiasi.

"Ini cukup ketat juga buat memperjuangkan ini," kata Indra.

Hingga April 2022, LG telah menandatangani MoU untuk membangun smelter produksi mobil listrik di Maluku Utara yang ditargetkan selesai pada 2025-2026. Adapun nilai investasi yang disepakati sebesar Rp 142 triliun atau USD 9,8 miliar.

2 dari 2 halaman

Tak Mudah Yakinkan Perusahaan Asing

Dari pengalaman tersebut, Indra menyebut tidak mudah meyakinkan perusahaan asing untuk berinvestasi di dalam negeri. Khususnya investasi untuk membangun ekosistem yang baru.

Indra mengatakan, sudah ada beberapa perusahaan lain yang sedang melirik mega proyek yang tengah digarap Indonesia. Mereka adalah BASF dan Volkswagen (VW) dan Tesla.

Saat ini ketiga perusahaan tersebut masih dalam tahap negosiasi. Dia pun meyakini prosesnya tidak akan menjadi lebih mudah dari pendekatan yang dilakukan Indonesia dengan LG. Meskipun Presiden Joko Widodo sudah langsung turun gunung bertemu Elon Musk, bos dari Tesla.

"Itu semua sedang berproses, prosesnya buat sampai ke realisasi ini cukup panjang," kata dia.

Selain LG, baru ada Contemporary Amperex Technology Co. Limited, (CATL) yang telah siap menjadi investor. Perusahaan asal China ini menargetkan akan membangun pabrik terintegrasi ekosistem baterai mobil listrik tahun ini. [idr]

Baca juga:
Lockdown di China Bikin Pabrik Baru Tesla Kehilangan Miliaran Dolar AS
Honda Mulai Pembangunan Pusat Produksi Mobil Listrik di China
Perkenalkan MG Mulan, Crossover Listrik Murni Bertenaga Super
Hyundai Motorstudio Hadir di Senayan Park, Hadirkan Pengalaman Mobilitas Masa Depan
Mayasari Bakti Luncurkan 30 Bus Listrik Transjakarta
Lebih Dekat dengan MINI Electric, Mobil Ikonik Inggris dengan Teknologi Baterai
Menko Luhut: Investasi Tesla di Thailand Hanya untuk Showroom Mobil

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini