Cerita menteri Jokowi mengeluh digaji Rp 19 juta per bulan

Minggu, 5 April 2015 14:00 Reporter : Idris Rusadi Putra
Cerita menteri Jokowi mengeluh digaji Rp 19 juta per bulan Jokowi lantik menteri Kabinet Kerja. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Banyak yang mengeluh, terutama mereka yang berasal dari swasta. Swasta mereka dapat ratusan juta. Sekarang cuma Rp19.500.000


- Yuddy Chrisnandi

Merdeka.com - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Aparatur Sipil Negara, Yuddy Chrisnandi mengakui adanya menteri Jokowi mengeluh karena kecilnya gaji yang diterima. Kebanyakan keluhan datang dari para menteri yang berasal dari swasta.

Yuddy mengakui gaji menjadi menteri sangat kecil jika dibandingkan gaji swasta. Per bulan, menteri hanya menerima gaji pokok sekitar Rp 19.500.000.

"Banyak yang mengeluh, terutama mereka yang berasal dari swasta. Swasta mereka dapat ratusan juta. Sekarang cuma Rp19.500.000," ujar Yuddy saat berkunjung ke redaksi medeka.com di Jakarta, akhir pekan ini.

Namun demikian, Yuddy mengakui seorang menteri tiap bulannya mendapatkan Rp 100 juta hingga Rp 125 juta sebagai dana operasional. Namun, dana ini dinilai tidak cukup karena sibuk dan banyaknya agenda menteri dalam sebulan.

"Rp 100 juta sampai Rp 125 juta operasional habis terus dan bahkan nombok. Misalnya kita keluar kota, istri tidak bisa dipisahkan karena acara ibu-ibu di sana. Menteri di hotel juga bayar. Fasilitas pengawalan di daerah itu kita juga bayar uang bensin. Tidak ada yang gratis," ungkap Yuddy.

Yuddy menyebut, salah satu menteri yang suka mengeluh masalah gaji adalah Menteri Perhubungan Ignasius Jonan. Meski demikian, Yuddy menegaskan saat ini belum ada rencana kenaikan gaji para pejabat.

"Belum ada rencana kenaikan masih kuat ga usah ngeluh. Jonan ngeluh terus tuh dia. Kesejahteraan memang isu utama pegawai profesional. Kalau minim orang lari, tidak dihargai, kompetensi, fasilitas tidak dipikirkan. Gaji pas pasan. Ini kita sedang pikirkan," tutupnya. [bim]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini