Cerita Mendag Enggar Ancam Potong Gaji Karyawan jika Suguhkan Makanan Impor

Senin, 11 Maret 2019 14:44 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Cerita Mendag Enggar Ancam Potong Gaji Karyawan jika Suguhkan Makanan Impor Mendag Enggar. Syifa Hanifa ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita bercerita mengenai upayanya menekan peredaran produk impor di dalam negeri. Salah satunya yaitu dia pernah mengancam bakal memotong gaji pegawainya, khususnya bagian biro umum, kalau kedapatan menyuguhkan makanan impor di Kementerian Perdagangan.

"Saya sehari-hari di internal saya, saya marah kalau disuguhi makanan atau buah-buahan impor. Saya potong gaji semuanya," kata dia dalam kuliah umum di Kampus Universitas Tarumanegara, Jakarta, Senin (11/3).

Dia menegaskan bahwa orang Indonesia seharusnya bangga untuk menggunakan dan mengonsumsi produk-produk dalam negeri. "Saya hanya mau makan ubi rebus, pisang rebus, kacang rebus. Memang saya orang kampung suka yang begitu-begitu," ujarnya.

"Tapi tidak boleh ada barang impor. Kalau ada barang impor, mulai dari Sekjen, Kepala Biro Umum, sampai sampai sekretaris saya potong gaji," imbuh Enggar.

Di hadapan civitas academica, politisi Nasdem ini mengakui bahwa pertumbuhan ekspor Indonesia tahun 2018 sebesar 6,5 persen memang lebih rendah dari target yang dipatok Kementeriannya, yakni 11,5 persen. Namun, pertumbuhan ekspor yang demikian, berada di atas target yang ditetapkan di dalam APBN.

"Tapi dari sisi APBN, 6,5 persen itu di atas dari persyaratan agar pertumbuhan ekonomi kita di atas 5 persen," jelas dia.

"Dalam menyusun APBN itu seperti bejana berhubungan. Jadi kalau kita tetapkan pertumbuhan ekonomi kita di atas 5 persen maka ada persyaratan berapa ekspor, inflasi dan lain-lain, sehingga ketemu lah angka," imbuhnya.

Sementara terkait impor, kata Enggar, memang harus dilakukan dibeberapa produk. Sebab bahan baku dan barang modal tersebut belum bisa diproduksi di dalam negeri.

"Pertumbuhan impor kita tak usah kita kecil hati karena mayoritas bahan baku dan barang modal. Barang modal mulai traktor, rel, kemudian hal yang dibutuhkan dalam pembangunan infrastruktur kita yang tidak bisa diproduksi di dalam negeri," tandasnya. [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini