Cerita Eric Yuan, Miliuner yang Pernah Ditolak Masuk AS

Rabu, 24 April 2019 07:00 Reporter : Merdeka
Cerita Eric Yuan, Miliuner yang Pernah Ditolak Masuk AS dolar AS. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Eric Yuan baru saja menjadi miliuner karena nilai sahamnya yang meroket di bursa saham Nasdaq, New York. Sebelum itu, dia pernah ditolak Visa di Negeri Paman Sam hingga delapan kali.

Melansir Bloomberg, Eric Yuan pernah ditolak visa Amerika Serikat (AS) sebanyak delapan kali. Dia ingin datang ke AS setelah terinspirasi pidato Bill Gates tentang internet.

Pada Rabu lalu, dia baru saja menjadi miliuner berkat layanan konferensi video miliknya, yakni Zoom Video Communications Inc. Ketika melepaskan saham perdana, perusahaan meraup USD 751 juta atau Rp 10,5 triliun (USD 1 = Rp 14.038).

Yuan dan keluarganya menjual saham perusahaan senilai USD 57 juta (Rp 800,1 miliar) dengan harga USD 36 (Rp 505 ribu) per saham. Ketika penutupan, harga melonjak menjadi USD 62 (Rp 870 ribu).

Nilai saham Yuan dan keluarganya pun naik menjadi USD 3,2 miliar (Rp 44,9 triliun) berdasarkan perhitungan Bloomberg Billionaire Index. Akan tetapi, Yuan berkata kenaikan itu terlalu tinggi dan itu memberi tekanan pada perusahaan.

Yuan bergabung ke para miliuner AS lain yang merupakan imigran. Sebelumnya ada Sergey Brin (Google), Elon Musk (Tesla dan SpaceX), dan Jensen Huang (Nvidia).

Berdasarkan laporan Hurun Research Institute dan Visas Consulting Group di tahun 2018, Negeri Paman Sam masih menjadi primadona bagi para orang kaya di China untuk bermigrasi. Setelah AS, negara populer lain adalah Britania Raya dan Irlandia.

Reporter: Tommy Kurnia

Sumber: Liputan6.com [idr]

Topik berita Terkait:
  1. Orang Terkaya
  2. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini