Cerita Dahlan Iskan soal Ribetnya Warga China Jika Ingin Keluar Negeri Usai Pandemi

Kamis, 21 Januari 2021 22:00 Reporter : Merdeka
Cerita Dahlan Iskan soal Ribetnya Warga China Jika Ingin Keluar Negeri Usai Pandemi Dahlan Iskan . ©2012 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan bercerita tentang penanganan pasca Covid-19 melanda di China. Negara pertama yang mengumumkan kasus positif Covid-19 ini telah berhasil melewati pandemi, namun tetap memberlakukan protokol kesehatan yang ketat.

Dahlan bercerita, warga China yang hendak ke luar negeri tidak bisa merencanakan perjalanannya dalam waktu dekat. Seperti pengalaman kolega Dahlan yang mengantarkan obat untuknya.

"Jadi saya ini kan harus punya obat penurun imun. Obatnya dari sana (China). Covid-19 ini kan sudah setahun, stok obat saya sudah habis. Kemudian saya hubungi teman di sana. Tapi bagaimana caranya ke Indonesia? Memang bisa. Ternyata mereka sebelum berangkat, nggak bisa hari ini niat berangkat, besok berangkat, nggak bisa," ujar Dahlan dalam diskusi virtual Jakarta CMO Club: The Life of Covid-19, Kamis (21/1).

Usut punya usut, mereka harus menunggu sekitar 1 bulan untuk vaksinasi Covid-19. Setelahnya, mereka juga harus melaksanakan vaksinasi ke-2. "Lalu beli tiket, dan kemudian berangkat. Sampai obatnya," katanya.

Dari cerita Dahlan, China juga tengah melaksanakan vaksinasi massal terutama untuk tenaga kesehatan dan orang-orang yang hendak ke luar negeri. Hal ini sudah dilakukan secara darurat sejak beberapa bulan lalu. Seluruh vaksin mulai dari Sinovac, Pfizer hingga Novavax juga digunakan dan dipercaya aman.

"Mungkin Sinovac efikasinya 65 persen, tapi lebih aman. Pfizer 95 persen tapi resikonya lebih tinggi. Semuanya oke," katanya.

Dahlan mengaku, jika dia masuk ke daftar orang yang divaksinasi, dia akan langsung menerimanya. Tidak ada alasan untuk menolak vaksinasi, apalagi status kehalalannya sudah teruji.

"Yang saya marah kalau nggak ada yang mau vaksinasi saja. Halal atau nggak di agama itu kan kalau dalam keadaan darurat itu nggak dipersoalkan lagi. Jadi yang bilang nggak halal itu memang nggak mau saja. Orang kalo nggak mau, alasannya kan banyak. Karena sableng saja, mau beda," tutup Dahlan. [idr]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini