CEO Moka: Baru 20 Persen UMKM yang Melek Digital Teknologi

Kamis, 30 Januari 2020 15:26 Reporter : Merdeka
CEO Moka: Baru 20 Persen UMKM yang Melek Digital Teknologi CEO Moka Haryanto Tanjo. ©2020 Liputan6.com/Tira Santia

Merdeka.com - CEO Moka, Haryanto Tanjo, mengatakan bahwa tujuan utama Moka dibentuk adalah untuk membantu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mengembangkan bisnis lewat teknologi. Saat ini, menurut data, jumlah UMKM melek teknologi baru 20 persen.

UMKM tercatat berkontribusi sebesar 60,34 persen terhadap PDB Nasional. Di mana, 99 persen dari total jumlah pelaku usaha nasional Indonesia berasal dari UMKM.

UMKM juga berkontribusi 96 persen dari total lapangan pekerjaan di Indonesia. "Jadi untuk membangun ekonomi Indonesia, hampir sinonim dengan mendorong UMKM supaya lebih berkembang lagi," ujar Haryanto dalam acara A Cup of Moka 2020: Menggerakkan Digitalisasi untuk Memajukan UKM Berkelanjutan di Indonesia, di Plaza Senayan Lounge, Jakarta, Kamis (30/1).

"Namun, hanya 20 persen menurut survei, UMKM yang melek digital. Artinya masih ada jutaan UMKM yang masih belum memanfaatkan teknologi untuk bisa bersaing dan juga mengembangkan bisnisnya di era ini," jelasnya.

Dia pun senang, karena pihaknya disambut baik oleh Kemenkop dan UKM, sehingga bisa mencapai tujuan bersama dalam mewujudkan UMKM naik kelas.

1 dari 1 halaman

Apa itu Moka?

moka rev1

Haryanto menjelaskan Moka sendiri adalah platform sistem kasir digital. Awal didirkan bertujuan untuk membantu UMKM, supaya pencatatan pengeluaran dan penghasilan, serta operasional UMKM bisa berjalan baik.

Maka dari itu, Moka membangun sebuah ekosistem untuk mengembangkan sistem kasir digital tersebut. Seperti ada Moka Capital, yang bisa memberikan pinjaman dana kepada pelaku UMKM.

"Dari sistem kasir kita sudah terintegrasi untuk memberikan pinjaman usaha, modal usaha supaya dengan Moka bisa tambah berkembang lagi, bisa bertambah outlet."

Haryanto sadar, cara tersebut, bisa membuat lebih banyak UMKM untuk melek digital lagi. Ditambah perlunya edukasi dan pelatihan bagi pelaku UMKM.

"Nah kami juga sadar untuk lebih banyak mendorong UMKM untuk melek digital, bukan saja dengan teknologi, tapi juga kita perlu adanya edukasi dan pelatihan ke UMKM," ujarnya.

Oleh karena itulah, Moka menciptakan sebuah wadah yang bernama A cup of Moka atau disingkat ACOM. ACOM menyalurkan edukasi dan pelatihan kepada UMKM supaya lebih banyak lagi yang bisa memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan bisnisnya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6

[bim]

Baca juga:
Tingkatkan Inklusi Keuangan, Sri Mulyani Minta BRI Kembangkan UMKM
Kemenkop Ajak 18 Kementerian Lembaga Sinergi Kembangkan Produk UMKM
Kaesang Ingin UMKM Jadi Usaha Beromzet Miliaran
Pemerintah Gagas Kamar Ekspor Permudah Pelaku UMKM Tembus Pasar Dunia
Menteri Teten Optimis Penyaluran KUR Capai Target di 2020
Saingi Produk Asing, UMKM Diminta Tingkatkan Standar Produk
Dorong UMKM Naik Kelas, Plafon KUR Mikro Naik Dari Rp25 Juta Jadi Rp50 Juta

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini