Cegah Krisis Pangan, Sri Mulyani Diminta Kembalikan Anggaran Kementan

Senin, 25 Januari 2021 13:43 Reporter : Merdeka
Cegah Krisis Pangan, Sri Mulyani Diminta Kembalikan Anggaran Kementan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. ©2020 Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Ketua Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDIP Sudin meminta Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati untuk mengembalikan anggaran Kementan jika tidak maka Indonesia kemungkinan akan kekurangan pangan. Menurutnya, apa yang disampaikan Mentan terkait besarnya pemotongan anggaran maka strategi dan pemotongannya adalah ingin mengembalikan pagu 2021 ke pagu 2020 karena nilainya hampir sama.

"Saya berharap terbuka hatinya Menteri Keuangan untuk mengembalikan lagi anggaran tersebut ke Kementerian Pertanian. (Jika tidak) kita akan bisa terjadi rawan pangan dan kekurangan pangan," kata Sudin dalam Raker bersama Menteri Pertanian, Senin (25/1).

Adapun Berdasarkan Surat Menteri Keuangan, Kementan diminta melakukan penghematan belanja APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) 2021 sebanyak Rp6,33 triliun, sehingga total anggaran yang semula sebesar Rp21,84 triliun berubah menjadi Rp15,51 triliun.

Sudin sangat menyayangkan adanya pemotongan anggaran ini karena alasan pandemi covid-19. Padahal saat ini Indonesia memerlukan adanya peningkatan pangan, tapi anggaran Kementan malah dipotong.

"Saya secara pribadi sangat menyesalkan pemotongan ini karena lagi pandemi, hampir semua negara menahan pangannya, sementara kita ini butuh peningkatan pangan, (malah) dipotong Rp6 triliun sekian," ujarnya.

Meski demikian, dia juga meminta kepada Kementan agar tidak ada kebohongan data mengenai realisasi anggaran. "Saya tidak mau lagi ada kebohongan data. Kalau Rp21 triliun penghasilannya 5.000 ton, kalau Rp15 triliun produksinya 3.500 ton, terang-terangan saja, kalau duitnya tidak cukup turunkan," tandasnya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com [azz]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini