Cegah Krisis Energi, DPR Desak Pemerintah Perketat Distribusi BBM dan LNG

Senin, 25 Oktober 2021 09:50 Reporter : Sulaeman
Cegah Krisis Energi, DPR Desak Pemerintah Perketat Distribusi BBM dan LNG Ilustrasi Migas. shutterstock.com

Merdeka.com - Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PKS, Mulyanto mendesak Pemerintah dan Pertamina menyiapkan langkah antisipatif terhadap ancaman krisis energi yang terjadi di beberapa negara. Termasuk Singapura.

Pekan lalu dikabarkan krisis energi mulai melanda Singapura. Harga listrik di negara tetangga ini mulai naik dan Singapore LNG Corp (SLNG) dikabarkan tengah menjajaki pembelian kargo gas alam cair (LNG) dari pasar spot.

Rencana pembelian LNG ini terhitung tidak biasa mengingat Singapura memiliki cadangan energi yang terjaga. Terkait hal tersebut Mulyanto minta Pemerintah memperketat pengawasan distribusi BBM dan LNG.

"Jangan sampai terjadi penyelundupan ke negara lain, sehingga mengancam persediaan BBM di dalam negeri. Harga gas yang melonjak di pasaran internasional, tidak menutup kemungkinan membuat pengusaha melakukan tindakan ambil untung meskipun menyebabkan kuota pasokan gas domestik untuk industri tertentu dan listrik tersedot ekspor," ujarnya kepada Merdeka.com, Senin (25/10).

Oleh karena itu, Pemerintah diminta tegas menindak siapa pun yang coba menyalahgunakan kuota BBM dan LNG ini. "Kalau tidak diperketat bisa mengancam keamanan persediaan BBM dan LNG kita," tegas Mulyanto.

Terkait dengan isu kelangkaan BBM di Sumatera Utara, Mulyanto minta Pemerintah segera mengevaluasi dan melancarkan distribusi BBM agar kasus ini tidak merembet ke wilayah lain.

"Kita perlu langkah-langkah antisipatif dalam melakukan mitigasi risiko krisis energi yang melanda beberapa negara seperti Inggris, China dan India agar masalah tersebut tidak menjalar ke Indonesia," tandas Mulyanto.

Sebelumnya, Singapura kini tengah dilanda krisis energi yang bisa mengancam pasokan listrik bagi dunia bisnis dan konsumen.
Melonjaknya harga bahan bakar membuat pasar pasokan listrik di Singapura kelimpungan setelah tiga perusahaan penyedia listrik dalam waktu sepekan mengumumkan mereka akan menghentikan sementara layanan listrik di negara itu.

Meski pemerintah Singapura mengatakan pasokan energi masih aman namun dunia saat ini tengah menghadapi krisis pasokan listrik.

Dilansir dari laman Nikkei Asia, Kamis (21/10), Otoritas Pasar Energi Singapura (EMA) mengatakan akan mengupayakan bahan bakar cadangan pemerintah bisa dipasok ke perusahaan listrik di Singapura saat pasokan gas menipis. Mereka juga meminta perusahaan listrik mengamankan pasokan bahan bakar "setidaknya cukup untuk memenuhi permintaan konsumen ritel."

Di tengah harga bahan bakar dunia yang melonjak di seluruh dunia, Singapura mengandalkan 95 persen pasokan listriknya dari gas impor. Gas ini didistribusikan dari pipa yang berasal dari Indonesia dan Malaysia atau dikirim lewat kapal dalam bentuk gas alam cair dari eksportir gas. [azz]

Baca juga:
Dua Faktor Membuat Singapura Alami Krisis Energi
Krisis Energi Singapura Akibat Pasokan dari RI Terganggu
Krisis Energi, Singapura Terancam Gelap Gulita Tanpa Listrik
Erick Thohir: Ketergantungan Impor Sektor Energi Harus Ditekan Semaksimal Mungkin
Waspadai Krisis Energi, Kementerian ESDM Pelototi Ekspor Batubara
Eropa Krisis Energi, Ekspor Tambang RI Meroket 183,5 Persen di September 2021

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini