Cara Sri Mulyani Kelola Dana Pendidikan yang Kerap Naik Turun

Senin, 27 Juni 2022 12:30 Reporter : Anisyah Al Faqir
Cara Sri Mulyani Kelola Dana Pendidikan yang Kerap Naik Turun Menkeu Sri Mulyani. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menyebut naik turunnya APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) berdampak langsung pada alokasi dana pendidikan. Setiap kenaikan atau penurunan APBN di tahun berjalan, maka akan memengaruhi alokasi dana untuk Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

Hal tersebut sebagai upaya menjalankan amanat undang-undang yang mengalokasikan 20 persen APBN untuk sektor pendidikan. Sehingga setiap kali terjadi fluktuasi harga minyak dunia, anggaran pendidikan juga mengalami hal serupa.

"Jadi anggaran pendidikan ini berkali-kali mengalami kenaikan, bukan hanya tahun ini tetapi juga sejak tahun 2007. Naik turunnya harga minyak ini bikin naik turun anggaran pendidikan," kata Sri Mulyani dalam Peluncuran Merdeka Belajar 21: Dana Abadi Perguruan Tinggi, Jakarta, Senin (27/6).

Naik turunnya anggaran pendidikan ini membuat pemerintah membuat dana abadi pendidikan. Tujuannya agar tambahan dana dari kenaikan APBN bisa ditempatkan pada instrumen baru tersebut.

Mengingat tambahan anggaran dari perubahan APBN sifatnya tidak menentu dan agar penggunaannya lebih efektif dan efisien. Dia khawatir tambahan anggaran yang dialokasikan tidak digunakan dengan maksimal.

2 dari 2 halaman

Alasan Buat Dana Abadi

"Makanya kita bikin dana abadi. Kalau anggaran naik di 6 bulan terakhir, bisa disimpan di dana abadi. Kalau ada tambahan anggaran Rp30 triliun ini nanti malah jadi enggak kerja dan banyak belanjanya tidak karuan karena tidak berekspektasi dan tidak ready (dapat tambahan anggaran)," kata dia.

Sehingga, sistem yang dibangun bisa membuat semua pihak bisa menunjukkan tanggung jawabnya kepada masyarakat dalam mengelola dana pemerintah. Salah satu bentuk dana abadi pendidikan yakni LPDP. Kemudian pemerintah mengembangkannya dengan membentuk dana pendidikan tinggi yang dibuat oleh perguruan tinggi.

"Ini sudah ada beberapa, dana pendidikan namanya LPDP sebagai induknya, lalu ada dana abadi pendidikan tinggi, ini spesialisasinya di situ (perguruan tinggi). Ada juga dana abadi kebudayaan, dana abadi penelitian dan dana abadi pesantren," kata dia mengakhiri.

[idr]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini