Cara pemerintah antisipasi rusuh demo buruh

Reporter : Ardyan Mohamad | Rabu, 24 April 2013 13:01
Cara pemerintah antisipasi rusuh demo buruh
demo buruh. ©2012 Merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Menteri Perindustrian M.S Hidayat mempersilakan buruh berunjuk rasa merayakan hari buruh internasional alias Mayday pada 1 Mei mendatang. Namun, untuk menghindari kisruh, dia akan mengumpulkan anggota forum tripartit, yaitu pemerintah, asosiasi pengusaha, dan perwakilan serikat pekerja.

Cara Irit Pererat Pertemanan dengan Jalan-Jalan

"Saya mengimbau agar menjelang 1 Mei ini di mana para buruh akan membuat gerakan turun ke jalan, mudah-mudahan semuanya berjalan secara damai. Saya sedang mengupayakan dialog antar pimpinan buruh, pengusaha, dan pemerintah itu bisa terjadi menjelang dan sesudah 1 Mei," ujarnya saat ditemui di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Rabu (24/4).

Hidayat mengatakan pemerintah menjamin penuh kebebasan organisasi buruh yang ingin berunjuk rasa pada momen mayday. Syaratnya hanya satu, buruh tidak merusak properti umum. Setelah berunjuk rasa, dia berharap para pekerja mau berdialog dengan perusahaan supaya aspirasi mereka benar-benar ditindaklanjuti.

"Saya kira itu sah-sah saja yang penting jangan anarkis. Aspirasi mereka akan di follow up dengan baik dan akan dibawa ke pembicaraan di forum tripartit maupun bipartit," papar Hidayat.

Menperin sekaligus mengingatkan para pengusaha untuk tidak lagi memboikot forum tripartit. Sejak tahun lalu, selepas upah minimum melonjak 40 persen di banyak provinsi, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) memboikot keikutsertaan di forum pembicaraan industrial tersebut.

"Saya menganjurkan menjelang dan sesudah 1 Mei, Tripartit bisa lagi mengadakan pertemuan supaya tidak deadlock. Dan Apindo jangan sampai boikot karena tidak ada gunanya," jelasnya.

[bmo]

Rekomendasi Pilihan


Komentar Anda



BE SMART, READ MORE