Cara Jitu Terhindar Investasi Bodong

Jumat, 3 Mei 2019 14:41 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Cara Jitu Terhindar Investasi Bodong investasi. shutterstock

Merdeka.com - SVP Intermediary Business Schroder, Adrian Maulana membeberkan sejumlah tips kepada generasi milenial agar tidak terjebak investasi bodong. Milenial sudah sepatutnya perlu berhati-hati terhadap semua tawaran investasi yang datang.

Menurut dia, pola hidup yang akrab dengan gadget memang menjadikan milenial sebagai 'sasaran tembak' bagi para pelaku jasa keuangan ilegal.

"Tahun ini year to date lebih dari puluhan perusahaan fintech ilegal yang dicabut izin oleh OJK. Lebih dari 168 di tahun 2018, fintech ilegal diberhentikan. Karena targetnya milenial. Orang-orang yang kemana-mana tangannya tidak bisa lepas dari gadget. Dengan teknologi tanpa kita cari informasi, informasi itu bisa datang. Termasuk yang berkedok investasi," ungkap dia di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Jumat (3/5).

Menurutnya, hal pertama yang harus dilakukan ketika mendapatkan tawaran produk investasi dari perusahaan tertentu yaitu melakukan research. Hal ini untuk memastikan milenial punya informasi cukup sebelum membuat keputusan.

"Cek dulu instrumen investasi nya. Lakukan research, tanya pada orang-orang yang lebih kompeten. Bisa ke teman-teman di perbankan, di pasar modal," ujar dia.

Aspek legalitas suatu perusahaan juga harus diperiksa. Dia mengatakan, dengan berkembangnya teknologi dan keterbukaan informasi dari lembaga pengawas jasa keuangan alias OJK, informasi terkait jasa keuangan legal dapat dengan mudah ditemukan.

"Cek aspek legalitasnya. Tanya ke OJK, telepon OJK, email OJK, 'Saya dapat tawaran investasi perusahaan ini tercatat?'. Kalau tidak, masuk website OJK ada list and perusahaan yang baik pelaku jasa keuangan, baik fintech itu ada. Jangan langsung gegabah ambil keputusan karena brosurnya keren, website-nya keren, aplikasi nya keran," kata dia.

Hal yang tidak kalah penting, tambah Adrian adalah jangan mudah percaya dan langsung berinvestasi lantaran tawaran imbal hasil (return) yang tinggi.

"Kalau ada yang memberikan imbal hasil jauh melebihi rata-rata yang teman-teman tahu di jasa keuangan, teman-teman harus hati-hati. 5 presen. Bukan setahun per bulan. So please be carefull," tegasnya. [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini