Cara Cerdas Menyiasati Bunga Pinjaman Bank

Senin, 25 Maret 2019 07:28 Reporter : Syakur Usman
Cara Cerdas Menyiasati Bunga Pinjaman Bank Ilustrasi Bank. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Saat ingin memenuhi kebutuhan tertentu, terkadang Anda membutuhkan dana cukup besar. Bukan masalah jika Anda memiliki uang tunai atau tabungan, tapi bagaimana jika Anda sedang tidak mempunyai dana cadangan?

Di tengah banyaknya layanan pinjaman online yang marak digunakan oleh banyak orang, meminjam uang melalui bank tetap menjadi pilihan karena lebih terjamin dan bisa mendapatkan jumlah lebih besar.

Tentu meminjam uang ke bank ini bisa dilakukan lewat produk Kredit Tanpa Agunan (KTA), sebagai salah satu solusi bagi mereka yang membutuhkan dana. Namun, perlu diingat, hal ini tidak bisa dijadikan solusi utama, tapi bersifat sementara. Sebab Anda akan mendapatkan beban untuk melunasinya. Bahkan bisa saja pinjaman justru akan bertambah karena ada biaya bunganya.

Meski seperti menambah beban biaya, Anda bisa saja menyiasati bunga pinjaman bank, dengan cara-cara berikut ini:

1. Ketahui Jenis Bunga
Ada banyak jenis bunga pinjaman yang ditawarkan oleh bank, contohnya bunga tetap dan bunga efektif. Anda berhak meminta penjelasan ke pihak bank tempat Anda akan meminjam, agar tidak salah dan terjebak dalam utang menumpuk.

Ada baiknya pula jika Anda juga bertanya mengenai tingkat bunga apa yang digunakan oleh bank, sebelum memutuskan mengajukan pinjaman. Anda wajib hukumnya untuk memperhatikan sistem bunga, seperti yang diterapkan oleh bank yang Anda tuju agar mengetahui sistem dan detail pinjaman. Selain itu, Anda juga bisa meminta kepada pihak bank untuk membuatkan simulasi mengenai pinjaman sesuai dengan jenis bunga pinjaman yang berlaku. Dengan simulasi tersebut, Anda bisa melihat pula berapa besar beban dan kewajiban yang harus Anda bayar setiap bulan hingga masa pinjaman berakhir.

Ilustrasi teller bank 2014 Merdeka.com/thenest.com

2. Pilih Bunga yang Kompetitif

Dengan suku bunga kompetitif, jumlah cicilan bulanan Anda tidak begitu memberatkan. Apabila perbedaannya tidak signifikan, Anda bisa memilih bank yang menawarkan kemudahan dalam hal lain, seperti layanan dalam membayar pinjaman. Sebaiknya Anda melatih diri agar peka terhadap tawaran tingkat bunga, jangan mudah terjebak dengan tawaran bunga pinjaman menarik yang ditawarkan bank.

Biasanya bunga pinjaman yang rendah memang sengaja ditawarkan kepada nasabah di awal proses kredit agar menarik minat nasabah. Namun, bunga selanjutnya malah lebih tinggi. Pastikan jika bunga pinjaman di bulan berikutnya saat Anda melakukan pinjaman, tidak berbeda drastis dengan bunga yang dikenakan pada awal pinjaman, agar tidak terbebani di bulan berikutnya. Sebagai referensi, bila Anda ingin mengajukan pinjaman KTA dengan bunga rendah, pilih bank-bank ternama yang menawarkan suku bunga yang masuk akal seperti KTA Permata, Panin Bank, atau Maybank.

3. Bayar Sebagian atau Percepat
Apabila Anda mempunyai uang lebih, bayarlah sebagian pinjaman sehingga cicilan Anda akan lunas lebih cepat karena berkurangnya nilai utang pokok dibandingkan cara mencicil yang umum. Anda juga baik bertanya kepada bank bersangkutan, apakah ada peluang pinjaman dapat dilunasi lebih cepat dari jangka waktu pinjaman. Akan memudahkan, jika bank bersangkutan mempunyai peraturan demikian, karena bisa memudahkan Anda untuk cepat melunasi pinjaman. Perlu diingat, jika pembayaran dilakukan lebih cepat akan dikenai denda. Hitunglah terlebih dahulu denda dengan bunga yang harus Anda tanggung hingga akhir masa pinjaman. Jika nilai denda lebih rendah dari bunga yang harus dibayar, maka sebaiknya Anda lunasi secepatnya. Usahakan juga Anda bisa membayar setiap cicilan dengan teratur, karena ada denda apabila pembayaran Anda terlambat.

4. Carilah Informasi
Apabila dalam kredit kepemilikan rumah biasanya bank mengenakan bunga tetap pada 2 tahun pertama, setelah itu diberlakukan bunga efektif. Untuk menyiasati besarnya tingkat suku bunga di sisa tahun lainnya, Anda sebaiknya mencari informasi mengenai tingkat suku bunga pasar yang ditetapkan oleh Bank Indonesia (BI). Jika bunga di pasar menurun, maka seharusnya bunga cicilan juga ikut menurun. Namun jika bunga pinjaman tidak mengalami penurunan, maka Anda bisa coba untuk mengirim surat resmi mengenai permintaan penurunan bunga yang disesuaikan dengan suku bunga saat ini. Sebab terkadang pihak bank tidak menurunkan bunga pinjaman, oleh karena itu sebagai nasabah harus mengingatkan.

5. Alihkan Kredit
Dibandingkan terjerat dalam beban bunga pinjaman yang terus naik, Anda bisa mengalihkan kredit ke bank lain yang memiliki tingkat suku bunga lebih ringan. Karena itu, ada baiknya jika Anda mencari tahu mengenai bunga pinjaman bank lain dan biaya terkait produk pinjaman bank bersangkutan.

Bila Anda bermaksud memindahkan kredit, pastikan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara bank sebelumnya dan bank yang dituju. Jangan lupa untuk menghitung beban biaya untuk mengalihkan kredit. Akan sangat merugikan apabila beban biaya di bank baru justru lebih tinggi dari keuntungan selisih bunga pinjaman yang ditetapkan oleh bank sebelumnya.

Demikian info lawan bunga pinjaman bank ini, semoga dengan adanya tips-tips yang telah disampaikan bisa membantu Anda untuk keluar dari masalah pinjaman bank. Semoga berhasil. [sya]

Topik berita Terkait:
  1. Pinjaman Online
  2. Fintech
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini