Cairkan PMN Garuda Indonesia, Kemenkeu Tunggu Laporan Kementerian BUMN

Senin, 27 Juni 2022 17:39 Reporter : Siti Nur Azzura
Cairkan PMN Garuda Indonesia, Kemenkeu Tunggu Laporan Kementerian BUMN Garuda Indonesia. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan, Rionald Silaban menunggu laporan dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk mencairkan pencairan penyertaan modal negara (PMN) PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, usai maskapai pelat merah tersebut dinyatakan tidak pailit.

"Itu nanti tinggal Kementerian BUMN menyampaikan ke Ibu Menteri Keuangan dan tim privatisasi," ujar Rionald saat ditemui usai Rapat Kerja Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI di Jakarta, Senin.

Usai laporan diterima, Kemenkeu akan menyampaikan sesegera mungkin kepada Komisi XI DPR RI untuk disetujui. Penetapan putusan homologasi Garuda Indonesia pada hari ini menunjukkan kreditur telah menyepakati penyelesaian utang perseroan dan disahkan pengadilan.

"Itu langkah maju, artinya proposal restrukturisasi atau negosiasinya sudah tetap," ucap dia.

Meski begitu, Rionald belum memastikan berapa besaran PMN yang akan diberikan pemerintah kepada perusahaan pelat merah tersebut lantaran tergantung dengan keputusan bersama DPR RI.

Sebelumnya, Kementerian BUMN menyatakan maskapai penerbangan pelat merah PT Garuda Indonesia akan melakukan rights issue sebanyak dua tahap untuk memperkuat modal perusahaan tersebut bila proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang atau PKPU bisa mencapai situasi damai.

"Rights issue pertama adalah proses menginjeksikan Rp7,5 triliun dari porsi pemerintah untuk porsi awal restrukturisasi Garuda," kata Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, Selasa (7/6).

Pemerintah mengalokasikan PMN dari cadangan pembiayaan investasi, pembiayaan operasional, dan pendanaan restrukturisasi selama tahun 2022-2023.

Kemudian, rights issue tahap kedua akan dilakukan pada awal III - IV untuk tambahan pendanaan dari investor strategis. Setelah proses rights issue tahap kedua tersebut, maka persentase kepemilikan saham pemerintah di Garuda minimal sebesar 51 persen. [azz]

Baca juga:
Profil Emirsyah Satar dari Auditor hingga Tersangka Korupsi
Kejagung Belum Terapkan Pasal TPPU di Kasus Garuda Indonesia
Garuda Indonesia Diberi Waktu 30 Hari untuk Finalisasi Utang ke Kreditur
CEK FAKTA: Foto Kecelakaan Pesawat Garuda Bukan Terjadi di Juni 2022, Simak Faktanya
Jaksa Agung Ungkap Peran Emirsyah Satar: Korupsi Terjadi Saat Ia Menjabat Direktur
Kejagung Tetapkan Emirsyah Satar dan Soetikno Soedarjo Tersangka Korupsi Garuda

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini