Buruh Tolak Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja, Istana Janji Cari Solusi

Senin, 20 Januari 2020 16:51 Reporter : Supriatin
Buruh Tolak Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja, Istana Janji Cari Solusi Demo Buruh di DPR. ©2020 Liputan6.con/JohanTallo

Merdeka.com - Sejumlah buruh yang tergabung dalam aliansi gerakan buruh bersama rakyat (Gebrak) melakukan aksi unjuk rasa hari ini. Mereka menolak Omnibus Law Rancangan Undang-Undang Cipta Lapangan Kerja (RUU Cilaka) karena dianggap merugikan para pekerja.

Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko menegaskan pemerintah menampung aspirasi para buruh. Tak hanya buruh, pemerintah juga menerima masukan dari pengusaha.

"Dalam sidang kabinet paripurna Presiden menyatakan supaya dari pemerintah sungguh-sungguh mendengarkan aspirasi-aspirasi teman-teman sekalian (buruh maupun pengusaha)," kata Moeldoko di Gedung Bina Graha, Jakarta, Senin (20/1).

Moeldoko berjanji akan mencari jalan tengah antara tuntutan buruh dengan permintaan pengusaha. Jalan tengah tersebut nantinya diakomodir dalam Omnibus Law UU Cipta Lapangan Kerja.

"Intinya Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja dibangun untuk menciptakan lapangan kerja sebanyak-banyaknya dan menata kembali perpajakan. Nanti Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja bisa menjadi sesuatu yang lebih memberikan kepastian, lebih memberikan kenyamanan, lebih bisa diterima oleh semua pihak," jelasnya.

Mantan Panglima TNI ini berpendapat penolakan buruh terhadap Omnibus LawRUU Cipta Lapangan Kerja lantaran belum memahami betul isi draf tersebut. Termasuk anggapan Omnibus LawRUU Cipta Lapangan Kerja menghapus pesangon dan cuti melahirkan bagi pekerja.

"Cuti hamil katanya dihilangkan, padahal kata Pak Airlangga (Menko Perekonomian) tidak. Maka yang lebih penting lagi nanti ada pertemuan bisa akomodir semua pihak," ucapnya.

1 dari 1 halaman

DPR Bentuk Tim Kecil

tim kecil rev1

DPR menerima perwakilan buruh yang berdemo menolak Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja. Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, DPR sepakat dengan buruh untuk membentuk tim kecil.

"Saya sudah berjanji kepada kawan-kawan buruh untuk memfasilitasi mereka ke pimpinan komisi IX, komisi terkait dan baleg untuk membuat suatu tim kecil untuk melakukan diskusi dan berkoordinasi agar apa-apa yang jadi hambatan di UU Cipta Lapangan Kerja ini bisa berjalan sebagaimana yang diharapkan presiden," ujar Dasco usai pertemuan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (20/1).

Dasco mengatakan, DPR dan buruh sepakat, tidak ada mengganggu investasi. Terkait poin yang dirasa mengganjal dalam UU tersebut, DPR berjanji akan memfasilitasi.

"Supaya UU cipta lapangan kerja ini adalah kepunyaan buruh, kepunyaan pengusaha, kepunyaan semua gitu kan," kata politikus Gerindra itu.

Dasco menyebut, penolakan buruh terhadap UU Cipta Lapangan Kerja baru sebatas mendapatkan informasi dari Menko Perekonomian dan Menaker melalui pernyataan di media. DPR sendiri belum menerima naskah akademik. Kabarnya, kata Dasco, naskah akademik itu akan dikirim pemerintah hari ini.

"Poin-poin itu kan mereka ambil berdasarkan statement dari menko perekonomian Kemenperin yang ada di media beserta menaker. Kita sendiri kan baru baca UUnya pada hari ini atau besok," kata dia. [azz]

Baca juga:
Kadin: Omnibus Law Bukan untuk Kepentingan Usaha
Terima Buruh, DPR Sepakat Bentuk Tim Kecil Bahas Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja
Tolak Omnibus Law, Puluhan Buruh Gelar Teatrikal di Gedung DPR Aceh
Aturan Upah Per Jam Lindungi Pekerja di Era Digital
Pekerja Tetap dan Kontrak Bakal Dapat Jaminan Sosial yang Sama
Draf RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja Rampung Awal Pekan Depan

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini