Bunga KUR Turun, Edhy Prabowo Sebut Akses Pendanaan Nelayan Makin Banyak

Selasa, 12 November 2019 16:18 Reporter : Anggun P. Situmorang
Bunga KUR Turun, Edhy Prabowo Sebut Akses Pendanaan Nelayan Makin Banyak edhy prabowo. ©2019 Merdeka.com/yunita amalia

Merdeka.com - Pemerintah memutuskan untuk menurunkan suku bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi 6 persen dari sebelumnya 7 persen. Penurunan tersebut diharapkan mampu mendongkrak perekonomian masyarakat kelas menengah ke bawah.

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengatakan, penurunan suku bunga tersebut merupakan berita bagus buat nelayan. Sebab, nelayan nantinya akan mendapat jenis pendanaan yang semakin banyak.

"Hari ini berita bagus buat nelayan. Jadi, ada penurunan bunga dari KUR. Lalu ada penambahan kuota, 36 persen. Jadi kita genjot di UKM. Sektor kami, nelayan aksesnya akan lebih banyak," ujarnya di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (12/11).

Dia mengakui, KUR untuk nelayan memiliki resiko yang tinggi. Untuk itu, pihaknya akan terus melakukan edukasi dan pembinaan agar setiap penerima KUR mampu mencicil pinjaman dengan tepat waktu.

"Ini memang tugas kami untuk bisa meminimalisir resiko. Tapi kan karena ada ketidakpastian. NPL kita kan di bawah 1,5 persen. Jadi pengembaliannya yang macet di bawah 1,5 persen," jelasnya.

1 dari 2 halaman

Penyaluran KUR Sektor Kelautan dan Perikanan Masih Kecil

Dia menjelaskan, pendanaan ini tidak hanya menguntungkan nelayan tetapi juga para pembudidaya. Dengan adanya KUR maka para pembudidaya mampu meningkatkan kapasitas produksi.

"Nah pembinaan dan asistensi itu tidak bisa dilepas. Jadi saya lihat, dengan adanya triger KUR ini, budidaya bisa kita tingkatkan. Dari 200.000 bisa kita tingkatkan. Industri kan 50 ton setahun," katanya.

Adapun penyaluran KUR sektor kelautan dan perikanan hingga kini masih mencapai Rp2,7 triliun. Angka tersebut masih tergolong kecil apabila dibandingkan dengan sektor perdagangan dan produksi lainnya.

"Masih kecil, per tahun Rp2,7 triliun. Ini masalah penyerapan saja. Ya kendala variasi, ada akses, pengetahuan. Makanya ini kan kami hadir," tandasnya.

2 dari 2 halaman

Bunga KUR Turun Jadi 6 Persen

Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, memimpin rapat koordinasi mengenai penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Rapat tersebut memutuskan untuk menurunkan suku bunga KUR menjadi 6 persen dari sebelumnya 7 persen.

"Telah disepakati KUR yang akan didorong ke depan adalah KUR yang pro kerakyatan. Januari suku bunga turun dari 7 persen menjadi 6 persen," ujar Menko Airlangga di Kantornya, Jakarta, Selasa (12/11).

Adapun total plafon penyaluran KUR tahun depan naik sebesar 36 persen dari Rp140 triliun menjadi Rp190 triliun sesuai dengan ketersediaan anggaran pada anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2020. Penyaluran tersebut akan terus meningkat menjadi Rp325 triliun pada 2024.

"Plafon maksimum KUR Mikro pun dilipatgandakan, dari semula Rp25 juta menjadi Rp50 juta per debitur. Kebijakan ini akan berlaku efektif mulai 1 Januari 2020," jelas Menko Airlangga.

Menko Airlangga menuturkan, kebijakan penurunan suku bunga KUR menjadi 6 persen akan memperbanyak jumlah UMKM yang mendapatkan akses pembiayaan di sektor formal dengan suku bunga rendah. [azz]

Baca juga:
Per September 2019, Bank Salurkan KUR Rp 115,9 Triliun
Pemerintah Bakal Gandeng Perbankan Asing Tangani Kredit Macet KUR TKI
Januari 2020, Bunga Kredit Usaha Rakyat Turun Menjadi 6 Persen
Presiden Jokowi Minta Bunga KUR Kembali Diturunkan di 2020
Jokowi Sentil Perbankan Fokus Salurkan Kredit ke UMKM
Pemerintah Kaji Gojek, Tokopedia dan Bukalapak Bisa Salurkan KUR

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini