Bulog: Stok Beras Melimpah, Kita Tak Perlu Impor

Senin, 2 September 2019 14:28 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Bulog: Stok Beras Melimpah, Kita Tak Perlu Impor Beras Bulog. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Direktur Pengadaan Perum Bulog, Bachtiar memastikan stok beras aman meski musim kemarau panjang tengah melanda Tanah Air. Dia menegaskan Indonesia tidak perlu membuka keran impor beras.

"(Stok beras) Gak ada masalah lah. Pokoknya gak perlu kita impor ya. Beras gak ada masalah kita. Beras stok masih bagus masih 2.370.000 ton lebih," kata dia saat ditemui di Gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (2/9).

Bachtiar mengungkapkan di Indonesia meski sedang terjadi kemarau panjang yang mengakibatkan kekeringan, namun di beberapa daerah lainnya tidak terjadi hal tersebut. Sehingga daerah yang tidak mengalami kekeringan masih bisa panen dan membantu pasokan beras.

"Ada daerah yang kena kekeringan ada daerah yang masih hujan. Nah, jadi masalah stok beras ini pengadaan sampai hari ini rata - rata masih 4.000 ton. Terus operasi pasar cuma 3.000 ton gak nyampe. Artinya antara in sama out masih banyak in nya," ujarnya.

Oleh karena itu, dia menjelaskan langkah Bulog dalam mengantisipasi kekeringan dari segi pengadaan sudah tersebar ke seluruh wilayah Indonesia. "Di warehouse - warehouse gudang kita semuanya stok tuh sudah teralokasi dan siap untuk menghadapi itu (kemarau panjang) semua," ujarnya.

Selain itu, dia optimis menjelang akhir tahun ini di Pulau Jawa sudah mulai bersiap musim penghujan. Tepatnya bulan November atau Desember ini. Asumsinya, jika hujan turun di bulan-bulan tersebut maka panen raya diprediksi akan jatuh pada bulan April di tahun mendatang.

Stok beras yang ada saat ini, masih akan terus bertambah hingga akhir tahun dan dipastikan akan mencukupi hingga panen raya tahun depan. Stok tersebut untuk memenuhi permintaan komersil maupun Ketersediaan Pasokan Stabilisasi Harga (KPSH). Sehingga harga beras di pasaran pun akan selalu stabil.

"Stok cadangan kita kan cukup untuk mengantisipasi kalau ada lonjakan harga ya fungsinya Bulog stabilisasi harga toh kalau mahal kita turunkan kalau mahal kita beli. Nah kan gitu jelas," tutupnya. [idr]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini